by

Ketua dan Sekretaris PW Pemuda Muslim Jawa Barat Mengikuti Kegiatan Penguatan Kompetensi Penceramah Agama di Bandung

Print Friendly, PDF & Email

BANDUNG- Ketua dan Sekretaris PW Pemuda Muslim mengikuti acara Penguatan Kompetensi Penceramah Agama sebagai Program melahirkan Penceramah Agama yang Kompeten (Bersertifikasi) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Propinsi Jawa Barat di Bandung, angkatan ke tiga, pada 26 dan 27 Oktober 2020.
Ketua (Usep Nukliri, M.Pdi) dan Sekretaris (Hasbi Ashiddiki, S.Ag., MM) Pimpinan Wilayah Pemuda Muslim Jawa Barat

Penguatan Kompetensi Penceramah Tingkat Provinsi Jawa Barat sudah memasuki angkatan ketiga yang merupakan angkatan terakhir pada tahun 2020. Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa’adi, menyempatkan waktunya untuk memberikan arahan secara langsung tatap muka kepada para penceramah Jawa Barat, Senin (26/10), di Karang Setra Hotel And Cottage Bandung.

 

“Kegiatan Penguatan Kompetensi Penceramah ini memang merupakan kegiatan yang sangat penting dan merupakan komitmen Kementerian Agama untuk meningkatkan kompetensi dan keahlian para penceramah agama,” tutur Wamenag membuka arahannya.

Awal diumumkannya Penguatan Kompetensi Penceramah Agama ini, Zainut Tauhid mengakui menimbulkan polemik yang sangat meluas.

“Hal ini dikarenakan belum pahamnya masyarakat akan kegiatan tersebut. Masyarakat atau penceramah itu sendiri beranggapan dengan adanya kegiatan ini pemerintah akan melakukan intervensi dan pembatasan terhadap kegiatan penceramah,” jelasnya

BACA JUGA:   Ketum PB Pemuda Muslim hadiri ZOOM Silaturahim OKP Islam bersama Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Kembali Ia menjelaskan bahwa tujuan diadakannya Penguatan Kompetensi Penceramah Agama adalah untuk menyamakan persepsi dan membangun kebersamaan, terutama dalam meningkatkan kompetensi para Da’i dan Da’iah.

Maka dari itu, lanjutnya, untuk menghilangkan polemik dan kesalahpahaman masyarakat akan arti Pendidikan Da’i Bersertifikat diganti menjadi Penguatan Kompetensi Penceramah Agama.

Tetapi, Wamenag menegaskan bahwa sertifikat yang didapat oleh para penceramah dari kegiatan ini bukan tiket untuk bisa berceramah sedangkan penceramah yang belum dapat sertifikat tidak dapat berceramah.

“Karena negara tidak boleh membatasi para Da’i untuk berceramah, itu adalah hak setiap penceramah untuk menyampaikan materinya kepada masyarakat,” ujarnya.

Wamenag menjamin Penguatan Kompetensi Penceramah tidak akan membatasi ruang gerak penceramah agama, tetapi meningkatkan kompetensi penceramah agama menjadi andal dan profesional.

“Saat ini zaman sudah berubah dengan cepat diiringi oleh teknologi yang berkembang sangat pesat. Kita sudah memasuki era digital 4.0, sehingga penceramah agama harus mulai beradaptasi dengan kondisi tersebut,” terangnya.

BACA JUGA:   PB Pemuda Muslim mendapatkan amanah hewan qurban dari Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno

Tantangan yang dihadapi sudah tidak mudah lagi, Wamenag mengajak para penceramah agama untuk mengikuti perubahan dan perkembangan yang terjadi saat ini.

“Perubahan zaman yang sangat cepat ini jangan dijadikan alasan untuk melemah tetapi harus dijadikan semangat untuk mengupgrade diri menjadi penceramah yang mumpuni, sehingga materi dakwah tetap dapat diterima oleh masyarakat,” motivasi Wamenag.

Selain itu, Wamenag juga mengingatkan untuk selalu memberikan ceramah dengan materi mengembangkan nilai-nilai kebangsaan agar negara kita selalu diberikan keberkahan.

“Penggunaan media sosial yang sudah kian pesat juga harus disikapi dengan bijak dan cerdas oleh para penceramah. Jangan sampai terjebak pada pesan yang salah dan yang terpenting juga harus mengingatkan masyarakat akan bahaya hoaks,” ungkapnya.

“Jadi dakwah itu mengajak bukan mengejek dan dakwah itu merangkul bukan memungkul,” ucapnya.

Wamenag berharap dengan telah terselenggaranya Penguatan Kompetensi Penceramah Agama di Jawa Barat maka akan menghasilkan penceramah berwawasan keislaman moderat  dan berkebangsaan.

sumber: pbpemudamuslimindonesia.blogspot.com

News Feed