Home Pemuda Muslimin Indonesia Pidato Ketua Umum PB Pemuda Muslim Dalam Rangka Hari Dokter Nasional 24 Oktober 2020

Pidato Ketua Umum PB Pemuda Muslim Dalam Rangka Hari Dokter Nasional 24 Oktober 2020

by admin
4 views

Sambutan Ketua Umum PB Pemuda Muslim

Pada Hari Dokter Nasional

Asslamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh!

Bismillahirrohmanirrohim alhamdulillahi raobbil alamin wassholatu wasslamu ala sayyidil mursalin waala alihi washohbihi ajmain. Amma ba’du.

 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 .بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على سيد المرسلين وعلى اله وصحبه اجمعين ، اما بعد

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah subhanahu wata’ala. Karena berkat rahmatNya-lah kita masih diberikan Kesehatan, kekuatan hingga masih bisa beraktivitas memberikan yang terbaik kita

 Kedua kalinya, sholawat dan salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam. Karena berkat Rasulullah, kita bisa menikmati iman dan islam. Alhamdulillah!

 Allahumma sholli ala Muhammad!

Para dokter pejuang kemanusiaan benteng kesehatan, kekuatan bangsa dan negara

Saya Ucapkan Selamat Hari Dokter Nasional yang Ke 70 tahun, semoga di usia yang ke 70 tahun.

Kiprah perjuangan dokter di nusantara jauh sebelum organisasi IDI terbentuk, dokter-dokter di tanah air sudah mencatatkan diri sebagai salah satu pejuang kemanusiaan. Nama-nama besar seperti dr. Sutomo, Wahidin Sudirohusodo, Tjipto Mangoenkoesomo, dan nama-nama dokter lainnya tercatat dalam sejarah tak hanya memerangi penyakit, tetapi juga penjajahan.

Jika berkaca pada zaman perjuangan kemerdekaan, momentum profesi dokter di Indonesia pertama kali lahir lewat keputusan Gubernemen No. 22 tentang penyelenggaraan pendidikan kedokteran di Indonesia (Nederlandsch Indie) pada tanggal 2 Januari 1849.

Didirikannya sekolah pendidikan dokter di Indonesia tidak lain karena Pemerintah Hindia Belanda yang saat itu kewalahan melawan wabah malaria. Sebanyak 12 orang siswa diluluskan dan diberi gelar ‘Dokter Djawa’ setelah menempuh pendidikan selama dua tahun. Meski diberi gelar dokter, lulusan-lulusan dokter hanya dipekerjakan sebagai ‘mantri cacar’.

BACA JUGA:   MUH. SYUKRAN: Mari kita Sukseskan PELANTIKAN & MUKERWIL PW Pemuda Muslimin Indonesia Sulawesi Tengah

Lewat perjalanan yang panjang, barulah pada tahun 1898, sekolah pendidikan dokter yang sebenarnya didirikan dengan nama STOVIA.

Dari situ, mulai terlahir dokter-dokter pejuang kemerdekaan, salah satunya ialah dr. Sutomo, ia bersama Gunawan Mangunkusumo, Cipto Mangunkusumo dan R.T Ario Tirtokusumo mendirikan Boedi Oetomo.

Para pendiri Boedi Oetomo merasa, untuk bisa lebih maju, maka bidang yang harus menjadi perhatian utama adalah pendidikan dan pengajaran. Organisasi ini punya motif sebagai sebuah organisasi modern yaitu punya pemimpin, ideologi dan anggota yang jelas. Motif itu diikuti oleh banyak organisasi lain yang membawa pengaruh kepada perubahan sosial politik.

Selanjutnya adalah dr. Cipto Mangunkusumo, Douwes Dekker, dan Suwardi Suryaningrat. Tiga tokoh intelek pendiri Indische Partij. Pendirian partai ini bertujuan untuk mempersiapkan kehidupan bangsa Indonesia yang merdeka.

Mengusung semboyan Hindia for Hindia, yang berarti Indonesia hanya diperuntukkan orang-orang yang menetap dan bertempat tinggal di Indonesia tanpa terkecuali dan tanpa memandang apapun jenis bangsanya. (Hindia adalah sebutan Indonesia pada masa pergerakan nasional).

Sejarah Hari Dokter Nasional tak lepas dari terbentuknya IDI pada 1950. Perkumpulan dokter pertama kali dibentuk pada 1911 dengan nama Vereniging van Indische Artsen.

Selama kurang lebih lima belas tahun berkiprah sebagai tenaga medis, pada tahun 1926, organisasi ini mengalami perubahan nama menjadi Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen (VGI).

Tahun 1940, VIG mengadakan kongres di Solo. Kongres menugaskan Prof. Bahder Djohan untuk membina dan memikirkan istilah baru dalam dunia kedokteran. Tiga tahun berselang, pada masa pendudukan Jepang, VIG dibubarkan dan diganti menjadi Jawa izi Hooko-Kai.

BACA JUGA:   Dialog dan sarasehan PB Pemuda Muslimin Indonesia dirangkaikan silaturrahmi Pengurus PW Pemuda muslim se-Indonesia

Selanjutnya pada 30 Juli 1950, atas usul Dr. Seni Sastromidjojo, PB Perthabin (Persatuan Thabib Indonesia) & DP-PDI (Perkumpulan Dokter Indonesia) mengadakan satu pertemuan yang menghasilkan “Muktamar Dokter Warganegara Indonesia (PMDWNI)”, yang diketuai Dr. Bahder Djohan.

Puncaknya tanggal 22-25 September 1950, Muktamar I Ikatan Dokter Indonesia (MIDI) digelar di Deca Park yg kemudian diresmikan pada bulan Oktober. Dalam muktamar IDI itu, Dr. Sarwono Prawirohardjo terpilih menjadi Ketua Umum IDI pertama.

Di saat ini tatkala dunia dikepung oleh pandemik covid 19, dokter dan tenaga kesehatan kembali membuktikan loyalitas,dedikasi dan pengorbanannya, demi kesehatan, keselamatan dan kemanusiaan. Kita bisa saksikan disaat masyarakat lainnya berdiam diri dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah, para dokter dan tenaga Kesehatan tetap berjaga, melindungi dan melayani semua pasien yang membutuhkan tenaga Kesehatan, bahkan tidak sedikit yang lembur, tidak pulang dan bertemu dengan keluarga sampai berhari-hari bahkan ber minggu minggu. Meski harus berhadapan dengan resiko yang besar, terkontaminasi virus covid 19 yang sangat memtaikan dan telah menelan banyak korban.

Sebuah ketulusan, perjuangan dan pengorbanan yang tidak ternilai telah ditunjukan, semoga Alloh Swt senantiasa melindungi semua dokter dan tenaga kesehatannya, bagi para dokter dan tenaga Kesehatan yang meninggal semoga Alloh Swt membalas dengan pahala yang berlipat.

Akhirnya… sebuah do’a bagi para dokter, semoga di usia yang ke 70 ini, semakin berkah, dan dewasa.

Wassalamu’alaikum wr wb,

Ervan Taufiq

Ketua Umum

sumber: pbpemudamuslimindonesia.blogspot.com

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar Syarikat Islam? Kirim melalui link ini