by

Inilah Pernyataan Sikap PB Pemuda Muslim atas RUU Omnibus Law Cipta Kerja

Print Friendly, PDF & Email

Bandung (AMIFANEWS.COM)

Menyikapi perkembangan terakhir Omnibus Law Cipta Kerja, PB Pemuda Muslim berharap kepada negara untuk tetap memperhatikan hak-hak rakyat, khusunya di kalangan buruh yang menyampaikan tuntutan penolakan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja menjadi UU.

“Seperti yang kita tahu, berbagai penolakan Omnibus Law telah disampaikan berbagai kelompok sipil masyarakat,” kata PB Pemuda Muslim H. Ervan Taufiq kepada wartawan melalui pesan tertulisnya, Rabu (7/10/2020).

Penolakan tersebut berkaitan dengan banyak hal, imbuh Ervan, diantaranya status buruh. “Kami memandang situasi negara saat ini mengalami resesi yang cukup parah, dimana daya beli masyarakat tergerus akibat pandemi Covid-19, ruang gerak dibatasi serta mobilitas rakyat yang semakin menurun,” kata Ervan.

BACA JUGA:   Pemuda Muslim Indonesia mengucapkan Selamat Milad ke-115 Tahun Syarikat Islam

Situasi ini harus diselesaikan dengan cepat oleh pemerintah. “Jangan sampai ada pihak yanyg memanfaatkan situasi mobilitas rakyat yang rendah untuk mempercepat pengesahan UU omnibus law,” ungkapnya.

“Sikap ini tentu saja menjadi sebuah alasan. Kami menduga ada pihak yang telah bermanuver memanfaatkan krisis untuk mengesahkan Undang-Undang yang tidak pro rakyat dan kontroversial,” imbuhnya.

BACA JUGA:   Pemuda Muslim Sulawesi Tengah mengucapkan Selamat Milad ke-115 Tahun Syarikat Islam

Ervan mengatakan, atas apa yang terjadi selama hari Selasa (6/10/2020) kemarin, dimana ratusan ribu buruh dan mahasiswa di berbagai daerah melakukan penolakan atas pengesahaan UU Omnibus Law. “Kami PB Pemuda Muslim menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja dan mendukung sepenuhnya aksi-aksi penolakan dan menyerukan kepada pimpinan wilayah, cabang, anak cabang Pemuda Muslim untuk bersama-sama menyuarakan penolakan dan pembatalan atas UU tersebut,” tuturnya. (Saiful Rahman)

sumber: amifanews.com

News Feed