by

Hamdan Zoelva Pertanyakan Konsistensi Mahkamah Agung

Print Friendly, PDF & Email

telusur.co.id – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva menyinggung konsistensi Mahkamah Agung di dalam membuat keputusan hukum yang menjatuhkan putusan yang berat, tetapi Mahkamah juga yang meringankan kembali. “Bukan satu dua kasus, tapi banyak. Ada apa dengan peradilan kita?” ujar Hamdan mempertanyakan di dalam akun twitternya, @hamdanzoelva, Sabtu.

Hamdan mengaku pernah menyampaikan jangan memutus perkara mengharap tepuk tangan, tapi putuskan atas dasar kebenaran, karena di tengah tepuk tangan ada yang menangis merasa diperlakukan tidak adil.

BACA JUGA:   Pakar Hukum Menilai Sang Imam Besar FPI Tidak Bisa Dijerat Dengan Sanksi Pidana Meskipun Agenda Yang Digelarnya Menimbulkan Kerumunan Yang Meresahkan Kala Pandemi COVID-19

Harus ada standar penjatuhan hukuman, karena jika kasus sama diputus hukuman berbeda, rasa keadilan telah tercabik.

“Dulu upaya PK, benar-benar karena keadaan luar biasa, sekarang PK menjadi peradilan tingkat empat. Lalu di mana posisi MA sebagai lembaga kasasi yang semula dimaksudkan untuk mengatasi perbedaan putusan antar pengadilan?” katanya.

Sayangnya, Hamdan tidak menjelaskan keputusan hukum mana saja yang disoroti. Tetapi, baru-baru ini, Mahkamah Agung (MA) memang mengabulkan peninjauan kembali (PK) Anas Urbaningrum. Majelis hakim memotong hukuman mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini dari 14 tahun menjadi 8 tahun.

BACA JUGA:   KCN Vs KBN, Wagub Riza Ingin Aset Marunda Tetap di Tangan DKI

Selain hukuman badan, Majelis Hakim PK juga mewajibkan Anas membayar denda sebanyak Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan. [ham]

sumber: telusur.co.id

News Feed