Home Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia PB SEMMI: Diduga Ada Praktek Monopoli yang Dilakukan Pihak AHM

PB SEMMI: Diduga Ada Praktek Monopoli yang Dilakukan Pihak AHM

by admin

RadarKoraNews, Jakarta – Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan didepan Kantor Astra Honda Motor (AHM) pada Senin (7/9/2020).

Massa aksi menyuarakan terkait dugaan Kuat praktek Monopoli yang dilakukan pihak AHM berdasarkan aduan Asosiasi Pelumas Indonesia (Aspelindo) ke Pihak KPPU.

Dalam perkembangan investigasi ditemukan perjanjian eksklusif AHM melibatkan pihak main dealer dan AHASS.

Dimana AHASS sendiri adalah merek dagang AHM yang dapat dimiliki perorangan atau badan usaha.

KPPU menyatakan perjanjian eksklusif itu memuat persyaratan siapa pun yang ingin memiliki bengkel AHASS harus menerima peralatan minimal awal (strategic tools) dari AHM dan wajib membeli suku cadang lain dari AHM seperti pelumas yang bernama AHM Oil.

AHM Oil merupakan produk yang didistribusikan AHM ke main dealer. Dari main dealer produk itu dipasarkan oleh dealer penjualan, bengkel AHASS, dan dealer suku cadang.

BACA JUGA:   OBSESI refleksi kebangsaan, 10 agustus 2021

Investigator KPPU menemukan dalam penyelidikannya, untuk dapat mendirikan bengkel AHASS terdapat salah satu pengaturan yakni AHASS hanya bisa menjual pelumas milik AHM.

“Pelumas merek produsen lain, khususnya dengan spesifikasi serupa (SAE 10W-30, JASO MB, API SG atau di atasnya) tidak diperkenankan untuk dijual di AHASS,” tulis KPPU dalam pernyataan resmi (dikutip dari CNN Indonesia).

Massa sebelum hadir di kantor Astra terlebih dahulu datang ke KPPU untuk menyuarakan agar KPPU tidak memperlambat proses pengusutan dugaan kasus monopoli bisnis pelumas AHM dan jangan sampai KPPU tersusupi kepentingan yang hasil keputusan yang berlaku.

Usai menggelar aksi di KPPU massa selanjutnya bergeser ke Kantor AHM di Sunter untuk melanjutkan aksi dengan aksi yang sama.

BACA JUGA:   Ayo akses informasi terkait kegiatan Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia ( Semmi ) Sulawesi Barat Melalui akun resmi kami.

Menurut Koordinator aksi, Andi menegaskan bahwa monopoli merupakan bentuk bisnis ala Penjajahan dan jangan sampai penjajahan gaya baru masuk kedalam sendi sendi perekonomian Bangsa Indonesia

“Dengan adanya monopoli disektor pelumas tentu akan berakibat terbatasnya informasi mengenai produk kepada Costumer dikarenakan harus menggunakan pelumas produk AHM,” jelasnya.

Dalam berjalannya unjuk rasa koordinator aksi menyesalkan keterlibatan security AHM dalam pengamanan jalannya aksi yang mestinya fokus mengawal dan ketertiban aksi adalah dari anggota kepolisian.

Namun, PB SEMMI menyesalkan pihak AHM yang tidak menerima aspirasi mahasiswa dan menolak demonstrasi di negara demokrasi dengan melibatkan satpam /security dalam penjagaan aksi dan sempat memukul mahasiswa yang melakukan aksi. (fy)

sumber: radarkotanews.com

You may also like

Open chat
Punya Berita Seputar Syarikat Islam? Kirim melalui link ini