by

Catat! Sandi Kasih Tips buat Milenial yang Mau Jualan Online

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Jakarta – Sandiaga Salahudin Uno meminta milenial tidak lagi menggantungkan nasibnya pada perusahaan-perusahaan. Milenial bisa menciptakan peluang bisnis sendiri dan memanfaatkan dunia digital untuk meningkatkan ekonomi diri.

Pandemi yang berdampak ke sendi-sendi ekonomi juga meningkatkan angka pengangguran karena terjadinya PHK. Dengan dampak yang cukup terasa, Sandi menegaskan milenial harus berani untuk bangkit dan mulai mencari peluang bisnis untuk bertahan hidup.

Sandi berbagi langkah agar UMKM dapat bertahan di tengah pandemi dengan harus berani merubah bisnis model, bila awalnya bisnis fesyen yang mandek, tapi karena hobi masak mungkin bisa mencoba bisnis kuliner.

Selain itu juga harus berani bermodifikasi produk yang disesuaikan dengan tren pasar saat ini. Sandiaga juga menambahkan bahwa yang terpenting jika ingin berwirausaha adalah dengan cara mengubah pola pikir.

“Jadi bagi saya inilah kesempatannya dan masa-masa ke depan ini adalah masa keemasan ekonomi dan dunia usaha Indonesia sehingga kita bisa menciptakan lapangan kerja bagi banyak orang,” ujarnya, Sabtu (29/8/2020).

Di realita saat ini, UMKM juga harus pandai untuk memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produknya. UMKM juga harus pintar memaksimalkan teknologi digital untuk mempromosikan dan memasarkan produk atau jasa nya ke masyarakat umum.

BACA JUGA:   Dari Bangun Madrasah Hingga Hadapi Komunis

“Yang juga bisa menjadi solusi adalah mulai membangun kolaborasi antar UMKM untuk bersinergi membangun usaha yang lebih kokoh. Jika semua step-step itu sudah dilakukan, maka yang terakhir mulai merancang rencana pemulihan usaha pasca bencana,” tuturnya.

Sandi menuturkan, kaum millennial yang saat ini menjadi mahasiswa bisa memanfaatkan teknologi untuk berusaha. Karena kaum Millenial adalah tulang punggung ekonomi. Ini, kan, generasi-generasi yang dahsyat karena sebelum pandemi ini mereka sudah digital needed dan milenial ini menjadi lini terakhir kita untuk di pandemi ini. Milenial juga ini menjadi tulang punggung di fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Oleh karena demikian, pendiri PT Saratoga Investama Sedaya meminta Generasi Muda mengubah mindset dan mengambil hikmah di balik wabah corona serta memanfaatkannya sebagai peluang untuk menciptakan lapangan kerja.

“Untuk anak muda khususnya yang mencari lapangan kerja, ambil hikmah dari pandemi ini. Temukan potensi diri kita, mungkin selama ini tersimpan tapi kita abaikan,” tukasnya

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra yang juga Founder KAHMIPreneur, Kamrussamad menegaskan, bagaimana kaum muda bisa memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usaha. Bahkan, dari data yang didapatnya, tertinggi dalam e-commerce seperti fesyen dan kecantikan, travel dan juga game online.
“Bagaimana kita dorong kaum muda untuk bisa memanfaatkan peluang ini,” katanya.

BACA JUGA:   MTs Cokroaminoto Madukara mengucapkan Selamat Hari Pramuka ke-59 Tahun

Walaupun selama pandemi ini memang ada kendala seperti daya beli masyarakat menurun, pasokan bahan baku terganggu, produktivitas menurun, ketergantungan dengan teknologi. Dengan adanya tantangan ini memang lebih tinggi dari biasanya. Namun, sebagai pebisnis kita harus berpikir untuk out of out the box dan memanfaatkan teknologi online agar bisnis tetap berjalan dan tidak berujung merugi.

“Kalau bisa kita manfaatkan kemajuan teknologi”. tegasnya. Ia menegaskan, sebenarnya banyak keuntungan juga dalam menjalankan e-commerce seperti biaya operasional pemasaran dapat dikunrangi secara signifikan, mudah dan cepat, karena bisa dilakukan dimanapun berada, peluang juga sangat luas karena pasarnya tidak terhingga dan terakhir bagaimana bisa menjangkau target pasar secara spesifik.

“Saat ini bagaimana kita mengembangkannya mulai dari mengetahui hal apa yang lagi tren atau menarik perhatian di social media untuk meningkatkan penjualan melalui sosmed,” katanya.

Oleh karena itu, dia berharap selalu berinteraksi dengan audience. Serta melakukan kolaborasi untuk meningkatkan jangkauan audience serta menggunakan social media marketing tools untuk membantu pengelolaan sosmed.

sumber: finance.detik.com

News Feed