by

Ketika Dua Mantan Prihatin terhadap Negeri Ini

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

JawaPos.com – Pandemi Covid-19 belum berakhir. Bencana silih berganti. Selama itu pula hadir para dermawan untuk berbagi. Mereka berbagi secara langsung, dan ada pula yang memanfaatkan lembaga kemanusiaan.

Di Pandeglang, Banten, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva dan mantan wagub DKI Jakarta Prijanto bersama Indonesia Care. Dengan lembaga kemanusiaan itu, kedua mantan tersebut menyantuni para santri di pesantren yatim Madinah Al Hijrah, Pandeglang.

Direktur Program Indonesia Care Megawaty mengatakan, semenjak negeri ini dilanda pandemi covid-19, tidak sedikit masyarakat yang terdampak. Banyak yang kekurangan pangan karena mereka harus membatasi diri untuk beraktivitas.

“Kami hadir di sini menyalurkan bantuan logistik untuk para santri yang mengalami keterbatasan logistik semenjak negeri ini dilanda pandemi,” ujar Megawaty kepada JawaPos.com, Sabtu (22/8).

BACA JUGA:   Hamdan Zoelva Ingatkan DPR Jangan Intervensi Hakim MK dan Pengaruhi Perkara

Megawaty menyebut, sejumlah daerah masih memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Di Jakarta menerapkan PSBB transisi, Bodebek PSBB prioritas. Artinya, kegiatan masyarakat belum normal, kendati tidak ada larangan keluar rumah, sepanjang tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kami terus mengkampanyekan bagaimana menghadapi menjalani hidup di tengah new normal pasca PSBB dilonggarkan,” kata Ketua Wanita Perisai Syarikat Islam itu.

Megawaty mengakui bahwa Indonesia Care memang diprakarsai oleh dua mantan. Yakni Hamdan Zoelva, mantan ketua MK dan Prijanto, mantan wagub DKI Jakarta. Indonesia Care, imbuhnya, hadir untuk membantu masyarakat di kala dilanda bencana kemanusiaan, bencana alam, dan sebagainya. Khusus pasca PSBB, Indonesia Care memberikan perhatian terhadap 200 kampung yang tercatat sebagai zona merah.

BACA JUGA:   8 September 2020 Program Salam Indonesia Bisa Penyejuk Hati bersama Dr. H. Hamdan Zoelva, SH.MH

General Manager (GM) Program Indonesia Care Repil Ansen menambahkan, kebutuhan pokok yang diserahkan kepada santri pesantren yatim Madinah Al Hijrah memang tidak banyak. Namun, setidaknya dapat menopang kebutuhan harian mereka untuk beberapa hari. Apalagi kondisi dan fasilitas di pondok pesantren tersebut yang masih sangat terbatas.

“Kami terus berupaya menyadarkan publik bahwa wabah ini belum berakhir. Bahaya masih mengintai kita,” tandasnya.

Pengasuh Pesantren Yatim Madinah Al Hijrah ustad Ahmad Jubaedi sangat mengapresiasi bantuan dari Indonesia Care. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Insya Allah bermanfaat bagi santri dan tenaga pengajar di sini,” kata Ahmad Jubaedi.

sumber: jawapos.com

News Feed