by

Penting untuk Generasi Muda, Kampung Kelahiran Bung Karno Akan Jadi Sentra Edukasi Nasionalisme

Print Friendly, PDF & Email

TRIBUNPEKANBARU.COM – Pemkot Surabaya akan menyulap Kampung Peneleh Surabaya sebagai sentra wisata edukasi nasionalisme.

Di kampung tersebut banyak ditemukan tempat bersejarah dari rumah kelahiran Bung Karno hingga rumah HOS Tjokroaminoto.

Di sana juga terdapat Langgar Dukur Kayu di Kampung Lawang Seketeng, Makam Mbah Pitono, dan beberapa tempat bersejarah lainnya.

“Sangat pas jika Bu Risma (Wali Kota Surabaya) mendesain Kampung Peneleh sebagai sentra wisata edukasi nasionalisme,” kata Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, Rabu (19/8/2020).

tribunnews
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan sambutan usai proses penyerahan rumah kelahiran Presiden Pertama RI Soekarno dari ahli waris di Jalan Peneleh gang Pandean IV nomor 40, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Senin (17/8/2020). (Dok. Pemkot Surabaya via Kompas.com)

DPRD Surabaya, kata dia, mendukung konsep dan penganggaran program sentra wisata edukasi nasionalisme itu.

“Ini sangat penting bagi generasi muda untuk mengetahui perjalanan hidup Bung Karno dan menghayati ajaran-ajaran Bung Karno yang mempunyai rasa cinta luar biasa terhadap bangsa,” jelasnya.

BACA JUGA:   Soekarno: Negarawan yang Seniman

Sebelumnya, ahli waris menyerahkan rumah kelahiran Bung Karno di Jalan Peneleh, Gang Pandean IV, Nomor 40, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, kepada Pemkot Surabaya pada Senin (17/8/2020).

Risma berterima kasih kepada ahli waris rumah kelahiran Bung Karno tersebut. Menurutnya, rumah ini adalah simbol kebanggan bersama.

Karena akan dijadikan museum, sejak beberapa waktu lalu Pemkot Surabaya sudah memperbaiki beberapa infrastruktur di kawasan tersebut, termasuk trotoar.

Bahkan, beberapa benda sejarah lainnya sudah diperbaiki.

Risma mengaku sempat bermimpi untuk menjadikan kawasan itu sebagai kawasan bersejarah. Ia memikirkan konsep alur wisata, awal hingga akhir destinasinya.

BACA JUGA:   MUI Nyatakan Tak Ada Pretensi Mundurkan Gerbong PA 212 dari Kepengurusan

“Nah, warga di sini saya harap tetap kompak dan bersatu untuk menyambut peluang ini. Jadi, setelah kami perbaiki infrastrukturnya sejak kemarin, lalu selanjutnya kami mungkin akan menyiapkan warga supaya siap jadi guide atau bahkan bisa menjual suvenir, sehingga peluang itu tidak diambil oleh warga luar,” kata Risma saat acara serah terima Rumah Bung Karno. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kampung Kelahiran Bung Karno Akan Disulap Jadi Sentra Wisata Edukasi Nasionalisme”

Editor: CandraDani

sumber:

News Feed