by

KH Samanhudi, Saudagar Kaya yang Rela Mengorbankan Harta dan Jiwa untuk Perjuangan Kemerdekaan

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Bobo.id – Awalnya, KH Samanhudi menjalani hidup sebagai pedagang batik. Apa yang membuatnya diangkat menjadi pahlawan nasional, ya?

Pengusaha Batik di Surakarta

Kiai Haji Samanhudi dilahirkan dengan nama Sudarno Nadi di Surakarta pada tahun 1868.

Saat tumbuh dewasa, ia memilih menjadi pedagang batik.

Ia juga lebih memilih belajar ilmu agama daripada belajar di sekolah umum yang saat itu dikelola Belanda.

Ketika dewasa, namanya berganti menjadi Samanhudi.

Samanhudi adalah pengusaha batik terkenal di kota kelahirannya, Surakarta.

Keahliannya dalam agama Islam membuatnya dikenal sebagai Kiai Haji Samanhudi.

BACA JUGA:   Kemerdekaan dan Kuasa Kata Bung Karno

Sarikat Islam

Pada tahun 1909, Samanhudi merintis perkumpulan pedagang Islam di Surakarta.

Perkumpulan ini kemudian berkembang menjadi Sarikat Dagang Islam (SDI) pada tahun 1911.

Perkumpulan ini untuk melindungi para pedagang pribumi dari tekanan orang-orang Belanda yang saat itu menjajah Indonesia.

Dalam perkembangannya, Sarikat Dagang Islam ini berubah menjadi Sarikat Islam (SI). Perkumpulan ini berkembang, tidak hanya diikuti oleh para pedagang.

Membantu Perjuangan Kemerdekaan

Setelah kurang lebih 10 tahun mendirikan Sarikat Islam, KH Samanhudi mulai mengundurkan diri dari kegiatan karena alasan kesehatan.

BACA JUGA:   5 Fakta Kedekatan Bung Karno dengan Dunia Film

Namun, itu bukan berarti beliau tidak peduli pada nasib bangsanya.

Pada zaman perang kemerdekaan, KH Samanhudi turut membantu perjuangan dengan mendirikan kelompok-kelompok pejuang.

Beliau juga membantu memberikan bahan makanan kepada para pejuang yang bertempur di garis depan.

Pada saat itu, mendukung gerakan perjuangan kemerdekaan dianggap sebagai pemberontak oleh Belanda.

KH Samanhudi rela mengorbankan harta dan mempertaruhkan jiwanya demi terwujudnya kemerdekaan bangsa.

Karena itulah, KH Samanhudi dianggap sebagai pahlawan nasional pada tahun 1961.

sumber: bobo.grid.id

News Feed