by

Dear Milenial, Ini Saran Sandi Uno Kalau Mau Usaha di Tengah Corona

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Jakarta –

Pengusaha nasional Sandiaga Salahudin Uno meminta generasi muda atau milenial memanfaatkan peluang usaha di tengah pandemi COVID-19. Menurutnya ada banyak usaha yang bisa dikerjakan saat ini yang sejalan dengan aturan Pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sandi mengimbau agar anak-anak muda milenial bisa menangkap peluang yang ada di balik pandemi ini. Tokoh entrepreneur nasional ini berpendapat, dalam kondisi wabah, kebutuhan ekonomi masyarakat akan berbasis kesehatan dan keselamatan serta kebutuhan olahraga dan juga makanan siap saji.

Menurutnya, di masa pandemi saat ini, kaum milenial bisa menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia yang tengah melesu. Kaum milenial dianggap paling mumpuni untuk beradaptasi di masa saat ini.

“Milenial ini menjadi tulang punggung ekonomi kita. Ini, kan, generasi-generasi yang dahsyat karena sebelum pandemi ini mereka sudah digital needed dan milenial ini menjadi lini terakhir kita untuk di pandemi ini. Milenial juga ini menjadi tulang punggung di fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan,” dalam keterangan tertulis seperti dilansir Minggu (16/8/2020).

Menurutnya investasi yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun institusi serta perusahaan swasta terhadap generasi muda, melalui sejumlah kegiatan pendidikan, pelatihan, ataupun kompetisi yang dihadirkan, akan berkontribusi penting terhadap masa depan Indonesia.

BACA JUGA:   Pelepasan PPN MA Unggulan Cendekia

Sandi mengatakan, sudah waktunya mendorong generasi muda menjadi lokomotif yang turut berkontribusi dalam membangun perekonomian Indonesia.

Sandi pun mengajak anak muda menjadi pengusaha dengan kreativitas dan inovasi yang diciptakan sendiri. Menurutnya, di saat ini tidak sedikit wirausahawan muda yang lahir.

“Saya melihat banyak potensi anak muda dalam pembangunan ekonomi di Indonesia,” katanya.

BACA JUGA:   Sandiaga Punya Toko Online yang Jual Sembako Murah, Mau Belanja?

Founder KAHMIPreneur dan juga anggota komisi XI DPR RI, Kamrussamad menegaskan, sebenarnya perkembangan ekonomi tentunya sangat berpengaruh pada ekspor impor, kunjungan wisatawan dan investasi. Sehingga bila ketiga faktor ini turun maka akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kalau menurut pemerintah kita belum masuk resesi tetapi beberapa pengamat mengatakan kalau Indonesia sudah masuk ke resesi,” tegasnya.

Namun, dia menegaskan, sektor yang masih masuk dan berkembang adalah sektor agro preneur. “Ada empat jurus, membuka sektor produktif, pertanian yg berbasis agropreneur dan agro industry, percepat restrukturisasi, transformasi digital,” tegasnya.

sumber: detik.com

News Feed