by

Masker Dan Paket Data Untuk Siswa Madrasah

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Banjarnegara – Menjaga kesehatan dalam situasi apapun merupakan hal prinsip yang harus dijaga oleh setiap individu, apalagi di bumi ini sedang terjangkit pandemi covid-19, dimana masyarakat Indonesia pun ikut merasakan dampak dari pandemi ini.

Madrasah di lingkukangan Kementerian Agama sebagai salah satu lembaga yang terdampak langsung dalam pandemi covid 19 ini berupaya secara maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kementerian agama yang salah satunya mengelola lembaga pendidikan terus berupaya supaya lembaga pendidikan dari tingkatan Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah terus berupaya pembelajaran terus berjalan sesuai kurikulum yang ada dan terus berupaya terhindar dari pandemi ini.

Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Agama yaitu melalui Surat Edaran Dirjen Pendis Kementerian Agama Nomor B-699/Dt.I.I/PP.03/03/2020 tertanggal 27 Maret 2020 menyebutkan bahwa BOS pada masa darurat pencegahan penyebaran covid-19 dapat digunakan untuk pembelian perlengkapan untuk mencegah penyebaran covid-19 dan perlebgjapan untuk mendukung dalam proses belajar mengajar baik di madrasah maupun di rumah.

BACA JUGA:   Ketua DPRD Surabaya: Rumah Bung Karno Bisa untuk Edukasi Kebangsaan

Salah satu madrasah yang baru-baru ini memberikan fasilitas untuk mencegah penyebaran covid-19 dan pengadaan fasilitas pembelajaran jarak jauh diantaranya adalah MTs Cokroaminoto Madukara.

MTs Cokroaminoto Madukara ini yang berjarak 5 KM dari pusat kota kabupaten ini beberapa kali membagikan masker untuk seluruh siswa dengan metode home visit sekaligus pembelajaran dan pembinaan secara berkelompok dengan tetap menjaga kesehatan.

Disamping membagikan masker, juga dibagikan paket data untuk pembelajaran daring.

Tutut Widiasih selaku Kepala MTs Cokroaminoto Madukara menyatakan bahwa pemberian masker ini untuk yang kedua kalinya dilakukan selama masa pendemi. “Untuk awal pembagian pada bulan Mei 2020 dan yang kedua ini dilaksanakan pada awal bulan Agustus”, tuturnya.

BACA JUGA:   ANUGERAH HIDUP

Menurut Subur Wahyudi selaku waka humas menyatakan bahwa, dalam home visit ini dilaksanakan dengan model berkelompok sesuai dengan wilayah terdekat pada Selasa-Rabu (4-5/8). “Satu desa terbagi menjadi beberapa kelompok kecil, antara 8 sd 12 anak, hal ini dilakukan untuk meminimalisir pengumpulan anak dalam jumlah besar, karena pada masa pandemi ini memang perlu kesadaran kita bersama supaya Indonesia segera keluar dari pandemi ini”.

Dalam home visit ini, selain guru pendamping membagikana masker dan paket data, juga melakukan bombingan dan mengecek tugas-tugas anak, sejauhmana anak-anak disiplin dalam belajar dan beribadah”, pungkas Yudi (SBW/Mnh/rf)

sumber: jateng.kemenag.go.id

News Feed