by

Daring Di Tengah Pandemi, Tetap Kembangkan Potensi Guru

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Banjarnegara – Kegiatan MGMP yang diikuti oleh guru pada suatu lembaga pendidikan merupakan hak setiap guru untuk bersosialisasi, komunikasi dan untuk bersama-sama menjadi wahana mengevaluasi jug asarana meningkatkan kualitas pembelajaran. Ditengah pandemi inipun, jangan sampai peningkatan kapasitas dan kualitas terhenti hanya karena covid-19.

Kamis, (6/8), MGMP IPS MTs Kabupaten Banjarnegara menyelenggarakan kegiatan kedua pada masa pandemi covid-19. Agenda pada pertemuan MGMP sesi dua ini untuk bersama-sama diarahkan dalam pengambilan video pembelajaran dari dasar. Pada kesempatan tersebut, terdapat  32 peserta yang hadir dan secara intensif mengikuti pelatihan ini.

Anwar Ma’rif selaku ketua MGMP dalam sambutannya menyampaikan, pentingnya bekerja keras memberikan apa yang terbaik buat murid ke depan karena akan berbeda generasi. “Murid yang hebat lahir dari guru yang hebat, sehingga murid-murid perlu dipersiapkan untuk siap mrnghadapi tantangan hidup. Marilah menjadi guru-guru penggerak di madrasah. Buktikan melalui pendidikan ini bangsa ini akan lebih baik,” tuturnya.

BACA JUGA:   Pak Tjokro, Yogyakarta, dan Kebudayaan Jawa

Dalam pengantar MGMP Daring, Subur Wahyudi selaku host yang mengatur pelaksanaan kegiatan daring menyatakan pentingnya guru untuk beradaptasi dengan kondisi apapun. Dalam situasi apapun, kegiatan pembelajaran harus terus berjalan.

“Mari melalui MGMP ini kita saling berbagi untuk mengembangkan segala potensi yang kita miliki. Ditengah pandemi ini kitapun harus mampu beradaptasi dengan keadaan, termasuk dalam kegiatan MGMP ini. Sehingga, melalui moda daring ini nanti akan disampaikan terkait pembuatan media pembelajaran dalam bentuk pembuatan video yang efektif, efisien sehingga materi tersampaikan dengan baik”, katanya.

Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran

Pelatihan pembuatan media pembelajaran yang disampaikan oleh Dwi Setyo Rahmanto memberikan pemaparan pengambilan video maupun gambar untuk digunakan dalam video pembelajaran. Diawali review pertemuan MGMP sebelumnya, narasumber menyampaikan pentingnya storyboard sebagai alur dalam pembuatan media pembelajaran.

“Kalau sudah membuat storyboard, untuk membuat rekaman video pembelajaran maka akan mempermudah dalam pembuatannya. Kalau diibaratkan dalam sebuah KBM, guru memiliki RPP sebagai alur dalam proses pembelajaran”, jelasannya.

BACA JUGA:   MTs Cokroaminoto Madukara mengucapkan Dirgahayu Indonesia

Disamping dalam storyboard penting juga perlengkapan untuk mendukung dalam pembuatan media pembelajaran. Peralatan sederhana yang ideal dalam pembuatan pengambilan video diantaranya kamera/HP, tripod, lighting, miceophone, komputer atau HP untuk editing.

Dalam proses pengambilan video ada beberapa Angle atau sudut pengambilan video atau gambar ada lima, diantaranya Low AngleEye View AngleFrog Eye AngleHigh Angle dan Bird Eye Angle.

“Eye View Angle ini yang sering digunakan oleh bapak ibu guru, Mengambil gambar ini sering digunakan oleh fotografer maupun seseorang yang mengambil gambar atau video yang memposisikan kamera sejajar dengan tinggi objek”, ucapnya.

Dwi Setyo menambahkan bahwa posisi dan arah kamera memandang pada objek yang akan dipotret, layaknya mata kita ketika melihat objek biasa. Pengambilan angle ini kebanyakan untuk memotret manusia dan aktivutas yang sedang dilakukan seseorang. (SBW/Mnh)

sumber: jateng.kemenag.go.id

News Feed