by

Tolak Teken Surat RDP Terkait Djoko Tjandra, SEMMI: Azis Syamsudin ‘Masuk Angin’

Print Friendly, PDF & Email

Jakarta, PONTAS.ID – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Cabang Jakarta Pusat (PB SEMMI) menyoroti tindakan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin, yang menolak menandatangani surat izin Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang akan dilakukan oleh Komisi III DPR RI bersama Kabareskrim Mabes Polri, Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum), dan Dirjen Imigrasi perihal kasus Djoko Tjandra yang telah menyita atensi publik.

Ketua SEMMI Jakarta Pusat, Senanatha, menyebut, penolakaan RDP yang membahas kasus Dioko Tjandra membuat masyarakat bingung akan kepastian hukum Djoko Tjandra itu sendiri, dan telah menduga bahwa Azis Syamsudin ‘masuk angin’.

“Dengan adanya penolakan RDP ini di tenggarai ada unsur Wakil DPR bidang Korpolkam itu ikut terlibat dalam kasus Djoko Tjandra ini,” kata Senanatha, di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jumat (24/7/2020).

BACA JUGA:   Sah Dilantik, PW SEMMI Sumut Optimis Lahirkan 5000 Kader se-Sumut

Senanatha beralasan, Azis Syamsuddin tidak menandatangani persetujuan adanya RDP Komisi IIl dengan gabungan aparat penegak hukum adalah benar secara normatif karena melanggar tata tertib DPR Pasal 1, angka 13 dan Pasal 13 huruf I yang menyatakan bahwa reses merupakan kewajiban DPR untuk menyerap atau menghimpun aspirasi masyarakat melalui kunjungan kerja. Hanya saja, secara faktual tidak bisa dijadikan alasan, karena permasalahan ini juga sudah masuk dalam kategori urgent.

“Jika yang terjadi selama Ini adalah DPR pun telah melakukan beberapa rapat dalam masa reses. Bahkan, urainya, beberapa rapat malah terjadi di tahun 2020 ini. Misalnya, pembahasan tahapan pilkada antara Komisi Il dengan Mendagri, dan penyelenggara pemilu, termasuk membahas Perppu No 2 Tahun 2020,” ujarnya.

Karena itu, PB SEMMI pun juga mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR  segera memberikan sanksi kepada Azis Syamsuddin karena diduga terlibat dan menghalangi proses penyelidikan dalam rapat gabungan Komisi III bersama aparat penegak hukum.

BACA JUGA:   SEMMI CABANG SURABAYA DAN CIPAYUNG SURABAYA PEDULI WARGA DI SAAT PPKM

Karena ada yang janggal untuk RDP masalah kasus Djoko Tjandra ini, untuk itu PB SEMMI akan mengadukan masalah ini kepada KPK guna menelusuri dugaan yang membantu Djoko Tjandra ke Indonesia selain dari intitusi Polri yang sudah ketahuan apakah ada unsur DPR di dalamnya juga terlibat.

“Untuk itu, ini harus kita kupas tuntas demi penegakan hukum di Indonesia,” tegasnya.,

Selain itu, di sisi lain, pihaknya juga meminta kepada Partai Golkar sebagai parpol tempat Azis Syamsudin bernaung agar segera memecat dan mem PAW yang bersangkutan karena diduga ikut bersekongkol dalam kasus Djoko Tjandra.

Penulis: Riana

Editor: Stevanny

sumber: pontas.id

News Feed