by

Adaptasi MGMP IPS Melalui Pembuatan Media Pembelajaran Efektif

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Banjarnegara – Pandemi Covid-19 yang dialami Indonesia secara langsung berdampak pada seluruh sektor yang ada di negeri ini, tidak terkecuali lembaga pendidikan.

Pada umumnya, lembaga pendidikan yang sebelum masa pandemi terbiasa dengan tatap muka, maka dengan adanya pandemi ini dipaksa menggunakan mode daring. Hal ini sebagaimana ditetapkan oleh SKB 4 menteri yang dijadikan acuan untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Hal ini menjadi pengalaman baru pada lembaga pendidikan khususnya guru untuk kreatif,kolaboratif sehingga tujuan dari pendidikan bisa tercapai sesuai dengan tujuan pendidikan.

MGMP yang dibentuk pada suatu komunitas sekolah/madrasah sebagai media komunikasi, koordinasi, dan evaluasi menjadi sebuah kebutuhan bagi sesama guru untuk meningkatkan upaya beradaptasi dengan situasi perkembangan yang ada.

Kamis, (23/7), MGMP IPS MTs Kabupaten Banjarnegara menyelenggarakan kegiatan perdana pada masa pandemi covid-19. Agenda pada pertemuan MGMP ini membuat bersama untuk kegiatan pembelajaran daring. Pada kesempatan tersebut, ada 32 peserta yang hadir dan secara intensif mengikuti pelatihan ini.

Anwar Ma’rif selaku ketua MGMP dalam sambutannya menyampaikan, “Kami atas nama pengurus mengucapkan banyak terimakasih kepada anggota MGMP IPS yang hadir. Sekaligus mengucapkan terimakasih kepada kepala madrasah yang telah memberikan ijin kepada gurunya untuk bersama-sama melalui MGMP ini meningkatkan kualitas dirinya,  sebagai penggerak pendidikan khususnya di lingkungan Kementerian Agama Kab. Banjarnegara”.

BACA JUGA:   Pelepasan PPN MA Unggulan Cendekia

Lebih lanjut beliau menyatakan, “Pada dasarnya, kegiatan MGMP itu merupakan hak guru, karena guru sebagai aktor utama dan agen perubahan dalam meningkatkan mutu pendidikan tidak bisa ditawar tawar lagi untuk senantiasa selalu terus belajar, rajin membaca dan mengikuti cepatnya pertumbuhan dan perkembangan IPTEK serta pemanfaatannya  dalam kegiatan pembelajaran.

Melalui MGMP inilah kita bisa melakukannya. Jadilah guru yang menginspirasi muridnya, jadilah guru yang dirindukan oleh murid kita, jadilah guru yang selalu terus belajar, man jada wa jada hasil tidak menghianati proses. Majulah terus pendidikan Indonesia, jadilah pemain dan petarung yang selalu juara bukan sekedar sebagai penonton keberhasilan orang lain,” pungkasnya.

Dalam lanjutan sambutannya, beliau menyatakan bangga kepada seluruh anggota yang begitu antusias mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir.

BACA JUGA:   KH Samanhudi, Saudagar Kaya yang Rela Mengorbankan Harta dan Jiwa untuk Perjuangan Kemerdekaan

Subur Wahyudi selaku ketua panitia pelaksana menyatakan bahwa, “kegiatan pelatihan ini akan dilaksanakan selama 3 kali pertemuan. Rencana awal dua kegiatan berikutnya akan dilaksanakan melalui mode daring, namun setelah dilaksanakan musyawarah bersama, peserta menginginkan dilaksanakan tatap muka, karena ada proses editing video yang memerlukan pendampingan,” katanya

Dwi Setyo Rahmanto sebagai Narasumber pertemuan tersebut memberikan arahan untuk membuat storyline terlebih dahulu. “Melalui storyline inilah, guru mendesain sebuah media yang benar-benar sesuai dengan yang diinginkan. Adapun penulisan skenario dan Teknik pengambilan gambar akan dilakukan secara daring via zoom.

Proses pengambilan video dilaksanakan sendiri-sendiri sesuai pembagian materi yang tadi sudah dimusyawarhkan di kelompoknya masing-masing, nanti setelah itu baru diadakan pertemuan lagi untuk  proses editing, karena proses editing memerlukan peralatan, fasilitas aplikasi dan waktu khusus”, tegas Dwi yang pernah mengikuti pelatihan film pendek pendidikan tingkat nasional ini. (SBW/Mnh/rf)

sumber: jateng.kemenag.go.id

News Feed