by

BELA NEGARA: PASUKAN SUBUH

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

BELA NEGARA: PASUKAN SUBUH

Sang tentara subuh..
Panggilan komando itu datang…
Panggilan komando itu bukan dari komandan regu, peleton, kompi, batalyon, atau divisi bahkan panglima tertinggi..
Panggilan itu datang dari Yang Maha Tertinggi..
melalui azan
gema terdengar
bersahut sahutan dari timur hingga barat, dari utara hingga selatan..
dalam satu komando Takbir..
terdengarlah gema panggilan agung ..
mari kita sholat,..
mari kita meraih.. kemenangan

Sang tentara subuh itu melangkah bukan untuk gagah dan meneriakan perang menumpahkan pertikaian dan darah
Tentara subuh itu melangkah merapatkan barisan untuk ruku, sujud, dalam satu komando seluruh dunia, dalam waktu yang sama, arah yang sama tujuan yang sama gerakkan yang sama sasaran yang sama..
membesarkan kalimat Takbir..Sahadat..Tahlil
Menaburkan kedamaian dengan do’a
bagi semua makhluk..
dan jagat raya semesta

BACA JUGA:   Lawang Seketeng, Jejak Sejarah Soekarno di Surabaya

Sang tentara subuh itu bukan berbekal pakaian loreng, peluru, sangkur, sepatu laras, topi baja, senjata, apalagi bahan peledak….

Sang tentara subuh itu berbekal wudhu, kesucian, pakaian libasuh taqwa,
bersenjata sahadat, iman, silaturahmi, kasih sayang nasehat, dan hikmah
dalam shaf-barisan mengajak keselamatan dan kedamaian..

Sang tentara subuh itu
bukan berlindung dalam tameng bangker serta pakaian anti peluru..
Tentara subuh itu berlindung dengan asma Allah, ziqir, do’a, mental iman yang tangguh,
dan malaikat yang mendampinginya…

Tentara subuh itu, teritorialnya mushola, masjid dimana mereka tinggal, menjaga datangnya kejahatan menjelang subuh hingga waktu suruk..

BACA JUGA:   Kunjungan Virtual ke Rumah Pahlawan Nasional, H.O.S. Tjokroaminoto

Tentara subuh bekalnya bukan senjata dan logistik,
Tentara subuh bekalnya sahadat dan niat yang kuat,
bukan karena keinginan manusia, tapi keinginan tunduk berserah diri kepada Allah pencipta semesta

Tentara subuh itu,
musuhnya bukan lawan yang bersenjata,
musuh tentara subuh adalah kemalasan, ketidak cintaan, kebencian..
cinta dunia…
tapi takut akan kematian…

Sang tentara subuh adalah jundullah yang tak gentar dengan kemunafikan, kebohongan, ketidak jujuran anti kebenaran,
menentang terhadap mereka yang senang dengan cara kekerasan serta kelicikan

Sang tentara subuh itu
cinta tanah air bukan slogan, tapi amal amal kebajikan…
dan Taqwa

Firdaus Syam
Pagar Alam

12 Ramadhan covid 19
5/4/020..

Mushola Al Askar
Akabri.

News Feed