by

Pemuda Muslim Kota Palu Tolak RUU HIP

Print Friendly, PDF & Email

Ketua Harian Pemuda Muslim Kota Palu, Muhammad Sidiq Djatola

PALU, Sigipos.com,- Perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah tuntas membahas tentang ideologi negara. Pembahasan paling fundamental ini telah melahirkan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara dan merupakan hasil kesepakatan bersama bangsa Indonesia.

Ketua Harian Pemuda Muslim Kota Palu Muhammad Sidiq Djatola, mengatakan bahwa Saat ini tugas bangsa Indonesia adalaherawat dan menjaga Pancasila agar tetap utuh sebagai pedoman berkehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, Kini tantangan mempertahankan Pancasila kembali di uji. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memasukkan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) untuk dibahas bersama. RUU ini terkesan meragukan kehadiran Pancasila.

BACA JUGA:   PB Pemuda Muslim mohon doa terbaik untuk para penumpang dan awak kabin sriwijaya air SJ182

Selain itu kata dia, Pembahasan RUU HIP hanya akan menurunkan kasta Pancasila sebagai dasar atau falsafah negara. Bahkan terkesan men-downgrade Undang-Undang Dasar 1945. Padahal dalam catatan sejarah, penentuan Pancasila sebagai ideologi negara banyak menempuh berbagai pertarungan pemikiran. Alhasil Pancasila menjadi kata paling cocok untuk menyatukan Bangsa Indonesia yang beragam, etnis, suku dan ras. Bahkan perdebatan pada tataran agamais dan nasionalis menyatu dalam Pancasila.

” Maka dari itu, Indonesia sudah cukup memiliki pencasila dan tidak perlu diperdebatkan. Apalagi penamaan RUU HIP menggunakan diksi ‘haluan’, terkesan ada agenda setting untuk memasukkan pemahaman lain yang tidak perlu,”pungkasnya.

BACA JUGA:   PW Pemuda Muslim Prov. Sulteng turut berduka cita yang mendalam Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 PK-CLC

Indonesia telah memiliki Pancasila sebagai filosofi dasar negara dan menjadi landasan tertinggi bangsa Indonesia.

” Meskipun beberapa partai sudah menyatakan akan memasukkan TAP MPR tersebut, itu belum selesai. Sekarang DPR harus mengeluarkan RUU HIP dari proglegnas. Mengingat dampak konflik yang akan terjadi, sebaiknya negara mengambil langkah preventif,”tutupnya.***

Muhammad Sidiq Djatola,
Ketua Harian Pemuda Muslim Kota Palu

sumber: sigipos.com

News Feed