by

Polemik dan Fenomena Efek Domino Dari Covid-19 Mewarnai Tatanan NKRI

Print Friendly, PDF & Email

RadarKotaNews, Jakarta – Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu (GMJB),
menggelar deklarasi di depan Pelataran Tugu Proklamasi, jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta, Jumat (19/6/2020)

Koordinator GMJB, Donny Manurung
yang juga Ketua GMKI Jakarta membacakan statement di depan pelataran Tugu Proklamasi Menteng sbb:

Pandemi Covid-19 telah merubah banyak seluruh tatanan masyarakat dunia, baik sosial, ekonomi, maupun politik, tak terkecuali di Indonesia. Tragedi kesehatan ini sangat memukul kondisi bangsa kita hari ini. Berbagai polemik dan fenomena efek domino dari Covid-l9 ini turut mewarnai tatanan Negara Kesatuan Republik lndonesia, meski demikian dengan terbata-bata Bangsa kita tetap berjalan mencoba untuk bangkit dari keterpurukan ini.

Dalam hal ini memang masih sangat banyak yang harus di evaluasi, terutama soal kecepatan dan ketepatan pemerintah dalam menanggulangi problem ini, hilirisasi problem seperti isu-isu perpecahan juga sangat perlu diperhatikan, sebab akhir-akhir ini banyak sekali agitasi dan propaganda yang mengarah pada pemecahan Bangsa Indonesia, sebagai anak Bangsa yang di didik dan mengenyam pendidikan diperguruan tinggi tentu kami tidak menginginkan perpecahan dan konflik horizontal terjadi di Republik Ini.

BACA JUGA:   LBH PB SEMMI : Kami akan buka Ruang Hukum agar Airlangga Membuktikan Pernyataan Aksi Demo Dibiayai Pihak Tertentu

Berbagai problem sektoral mulai nampak ke permukaan ditingkat pendidikan tinggi muncul problem biaya kuliah yang tetap berjalan normal walaupun perkuliahan sedang tidak normal seperti sedia kala, hal ini menuai kritik dari berbagai pihak sebab pemerintah melalui kemendikbud belum membuat kebijakan terkait model dan biaya pendidikan di masa pandemi Covid-l9 ini.

Rancangan UU yang menuai kontroversi dan bermasalah, persoalan ekonomi Negara, dan manuver kelompok-kelompok yang terlihat akan membuat perpecahan antar anak Bangsa pun turut mewarnai situasi bangsa hari ini, oleh sebab itu kami yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu (G M J B). Melakukan konsolidasi dan konferensi pers dengan point Sikap sebagai berikut :

BACA JUGA:   Menko Perekonomian Airlangga Dituntut Bertanggung Jawab

Pertama, Stop komersialisasi dan liberalisasi pendidikan.

Kedua, Mendesak pemerintah melalui kemendikbud untuk memberikan potongan biaya pendidikan sebesar 50 %.ditengah pandemi

Ketiga, Mendesak DPR untuk membatalkan pembahasan semua RUU yang kontroversial.

Keempat, Tegak kan hukum seadil adilnya.

Kelima, Kembalikan demokrasi kerakyatan sesuai pancasila.

Keenam, Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mensukseskan New normal dan menjalankan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.

Ketujuh, Mengecam seluruh pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dan kondisi bangsa hari ini untuk kepentingan pribadi, kelompok dan golongan.

Elemen yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu (GMJB), BEM Univ. Mercubuana; BEM STPI; BEM Unkris; BEM UPI-YAI; BEM UTA 45; JONG MACA; BEM UIC; LMND DKI Jakarta; SEMMI Jak-Pus; GMNI; PMKRI; HMI; PMII; GPPB DKI Jakarta; GMKI Jakarta; SAPMA PP Jak-Ut; BEM UBM. (fy/adr)

sumber: radarkotanews.com

News Feed