by

Dodit Mulyanto Bikin Vlog di House of Tjokroaminoto untuk Peringati Bulan Bung Karno

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Cuaca panas tak menyurutkan semangat dua seniman asal Jawa Timur, Dodit Mulyanto dan creator Kisah Tanah Jawa Gaduh Pribadi dalam menyisiri rumah bersejarah, Museum House of Tjokroaminoto, Surabaya.

Komika yang kondang karena mimik muka datar ini menyisiri dari sudut ke sudut rumah Guru Bangsa HOS Tjokroaminoto.

Lengkap dengan peralatan vlog-nya, Dodit juga menyaksikan secara langsung kamar Bung Karno yang berada di lantai dua museum tersebut.

“Pertama kali melihat kamar Bung Karno saat muda di sini yang saya rasakan cukup panas.”

“Tapi ini yang menjadikan pemikir-pemikir bangsa. Karena orang-orang zaman itu nggak betah rebahan di kamar. Ya Tho?”

“Keluar cangkruk berdiskusi. Beda dengan saat ini jadinya betah di kamar makannya ada istilah kaum rebahan,” kata Dodit dengan logat medoknya sembari melontarkan candaan.

Masih dalam memperingati bulan kelahiran Presiden pertama Indonesia, Soekarno, House of Tjokroaminoto dipilih oleh komika termama itu untuk mengisi konten bertajuk Jejak Langkah Soekarno.

Dodit Mulyanto juga bekerjasama dengan komunitas-komunitas di Surabaya.

“Aku memilih House of Tjokroaminoto ini karena merupakan cikal bakal para pemikir-pemikir bangsa ada di sini.”

“Dan ternyata tempat ini sangat bersejarah yang berada di gang Peneleh ini. Makannya, aku menyempatkan berkunjung di sini,” ujar Dodit Mulyanto, Jumat, (19/6/2020).

Kesan pertama saat berkunjung di museum ini, menurut Dodit sangat terawat meski terbilang rumah yang sangat bersejarah.

“Aku nggak menyangka bahwa banyak yang nggak tahu tempat sejarah ini. Padahal tepat di samping jalan utama di Surabaya.”

“Dan melihat kawasannya ini memang cocok untuk millenial kembali belajar sejarah,” lanjut Dodit.

Sementara itu penanggung jawab kegiatan ini, Ahmad Sandi mengatakan momentum ini Bulan Bung Karno dan menyusuri tempat sejarah di Surabaya ini untuk kembali mengingat apa saja yang bisa digali.

“Di rumah ini banyak yang Bung Karno pelajari. Dan momentum ini harusnya bisa dimanfaatkan seluruh warga Surabaya untuk saling mengenal sejarahnya. Jangan Pernah Lupakan Sejarah seperti yang dikatakan Bung Karno,” terangnya.

Selain di House of Tjokroaminoto, nanti pihaknya akan mengunjungi rumah kelahiran di Pandean, lalu ke Lawang Seketeng dan ke Makam Guru Ngaji Bung Karno. (SURYAMALANG.COM/Samir)

Dodit Mulyanto
Dodit Mulyanto (YouTube/Dodit Mul TV)

Video Dodit Mulyanto Mengejek Atta Halilintar dengan Benda Murah dari Korea, Harganya Rp 18 Juta

Dodit Mulyanto mengejek Atta Halilintar dengan benda murah dari Korea yang harganya, katanya, cuma Rp 18 juta.

Komika asal Jawa Timur, Dodit Mulyanto, pamer sebuah benda yang diklaim tidak bakal dimiliki oleh YouTuber papan atas di Asia Tenggara asal Indonesia, Atta Halilintar.

Aktivitas pamer benda ini didokumentasikan Dodit Mulyanto dalam sebuah video vlog yang ia unggah di channel YouTube DODIT MUL TV, 21 Maret 2019.

BACA JUGA:   Sarung dan Kupluk Pun Pernah Dicap Komunis

Judul video ini pun sungguh bernada mengejek, yakni ‘Atta Halilintar Pasti Nggak Punya Ini’.

Dalam video ini, Dodit Mulyanto terlihat bergaya santai dan kasual.

Dodit Mulyanto Pamer Barang Murah, Harganya Cuma Rp 18 Juta, Atta Halilintar Pasti Nggak Punya Ini
Dodit Mulyanto Pamer Barang Murah, Harganya Cuma Rp 18 Juta, Atta Halilintar Pasti Nggak Punya Ini (YouTube/Dodit Mul TV)

Dodit Mulyanto mengenakan t-shirt warna putih polos, topi dibalik, dan celana pendek.

Logat bicaranya yang asal njeplak membuat kesan ‘ugal-ugalan’ makin terlihat pada sosok Dodit Mulyanto.

“Aku mau mereview otoped yang aku beli di Korea. Bawa ini (otoped) nggak mudah ya. Pakai kapal laut, jadi aku sudah sampai, barang ini datang tiga bulan kemudian,” ucap Dodit Mulyanto mengawali video vlog-nya, dikutip SURYAMALANG.COM dari channel YouTube Dodit Mul TV.

Saat memperkenalkan otoped barunya yang dibeli di Korea, Dodit Mulyanto melakukannya di sebuah komplek perumahan mewah.

Otoped itu sendiri didominasi dengan warna merah. Jadi sangat kontras dengan t-shirt putih yang dipakai oleh Dodit Mulyanto.

“Jadi ini otoped elektrik, oppa-oppa Korea di sana pakai ini. Dan ini harganya murah ya, 18 jutaan lah, murah banget kan,” katanya sambil logat bicaranya bergaya sok elegan.

Atta Halilintar
Atta Halilintar (TribunJatim.com)

Bak seorang reviewer jempolan, Dodit Mulyanto memperkenalkan kelebihan-kelebihan yang ada di otoped elektrik tersebut.

“Kelebihan rem dari otoped ini adalah jika dipencet akan berhenti (laju otoped),” begitu katanya. Ngeselin banget, kan?

Selanjutnya, Dodit Mulyanto menjelaskan tentang ornamen lainnya yang ada di otoped tersebut.

Tapi percayalah, penjelasan itu tidak ada manfaatnya, sebab semua cuma guyonan dan untuk asas kesenangan saja.

Usai bicara ngelantur alias ngalor-ngidul, Dodit Mulyanto pun mulai mencoba menunggangi otoped elektrik itu untuk keliling komplek perumahannya.Tak lupa, komika yang terkenal dengan permainan biola ini juga menunjukkan cara memakai otoped elektrik ini.

“Disurung (didorong) seperti otoped biasa, kemudian digas,” katanya.

Otoped itu pun meluncur, bertamasya keliling komplek perumahan.

“Kegunaan otoped ini adalah untuk mengontrol kondisi perumahan. Itu jika kamu satpam,” ucapnya, dan lagi-lagi cuma guyonan iseng.

“Ini sebenarnya bukan review otoped, tapi aku pingin pamer perumahanku, hehehe,” celetuk Dodit Mulyanto sambil cengengesan.

Kegokilan selengkapnya, bisa dilihat dalam video di bawah ini :

Dodit Mulyanto Bicara Soal Honor

Meski sudah bertahun-tahun menjadi alumnus sebuah ajang pencarian bakat komedi, Dodit Mulyanto belum meredup namanya.

Yang menjadikannya punya banyak peminat lantaran khas mimik wajah datar serta materi standup comedy tak terduga.

Ulahnya di atas panggung yang memadukan biola dengan cerita-cerita jenaka sering disambut gelak tawa.

Dari standup comedy hijrah ke perfilman.

Profesi Dodit kini tak hanya sebagai komika tetapi juga aktor.

Imej aktor itu tentunya masih tak jauh-jauh dari kesan lucu yang kadung melekat padanya.

Pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, 30 Juni 1985 itu mengatakan dirinya tidak bisa memilih untuk berkarir menjadi komika atau menjadi aktor.

BACA JUGA:   Sejarah Sarekat Islam, Embrio Komunisme Pertama di Indonesia

“Enggak bisa memilih. Karena enggak bisa dipisahkan, karena dua profesi itu mata pencaharian saya,” kata Dodit Mulyanto ketika ditemui Warta Kota dalam jumpa pers dan press screening film ‘Kulari ke Pantai’, di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018).

Ada satu bocoran yang Dodit bagikan meski kedua profesi berbeda itu membuatnya bingung memilih.

Yakni penghasilan sebagai komika dirasa Dodit Mulyanto lebih besar dibanding menjadi aktor.

“Kalau enak dan besar yah jadi Stand up. Karena selesai manggung dapet uang,” tegasnya.

Menurutnya, perbedaan itu lantaran proses mendapatkan uang dari seni peran lebih panjang daripada berdiri di atas panggung.

Meski sebenarnya jumlah uang bisa sama.

“Kalau akting prosesnya panjang. Ada reading, syuting, nunggu take scene kita. Jadi lama sekali. Sementara yang dihasilkan sama kayak sekali show stand up dan uangnya gedean stand up,” ucapnya.

Tak ada kata mundur dari dunia akting di kamus Dodit.

Dia ingin berikan karya yang menjadi obat rindu penggemarnya.

“Kalau syuting kita bikin monumen dan patung diri kita dalam bentuk karya film. Kita melihatnya itu karya, karena duitnya enggak segede stand up,” ujar Dodit Mulyanto.

Dodit Mulyanto
Dodit Mulyanto (youtube)

Curhat Dodit Mulyanto Tentang YouTube

Ketika sebagian orang mencari ketenaran dengan menyebar video di YouTube, komedian tunggal Dodit Mulyanto justru sebaliknya.

Pria kelahiran Blitar ini tidak suka jika ada orang yang merekam aksi off air-nya di panggung kemudian mengunggahnya di situs video sejuta umat itu.

Alasannya, video unggahan itu akan dengan cepat tersebar dan guyonan yang dia sampaikan dengan cepat ditonton oleh ribuan orang.

Nah, gara-gara itu, guyonan yang sama akan terdengar garing saat diujarkan di tempat yang berbeda

“Untuk bikin materi lucu lima belas menit butuh waktu seminggu. Kalau sudah masuk YouTube, materi itu cuma bisa dipakai buat sekali saja. Soalnya sudah banyak orang yang akan tahu,” kata Dodit, di sela acara Roadshow Tokopedia di Malang, beberapa waktu yang lalu.

Dodit menganggap, penyebaran video di YouTube berbeda dengan aksinya yang direkam di layar televisi.

“Kalau TV itu punya hak siar. Kalau orang-orang yang merekam dan memasukkannya ke YouTube kan enggak punya,” ujarnya.

Ketidaksukaannya saat melihat videonya diunggah di YouTube sudah pernah disampaikan pada khalayak.

Salah satunya lewat media sosial Twitter. Namun, justru banyak orang yang menganggap Dodit berlebihan.

“Mereka bilang saya jadi terkenal karena YouTube. Padahal, saya ini sudah lama terkenal,” selorohnya setengah serius yang disambut tawa para penonton.

Dodit berharap para penonton komedian tunggal tak serta merta menyebarkan video hasil rekaman mereka di YouTube, atau jejaring sosial lain.

Editor: eko darmoko

sumber: tribunnews.com

News Feed