by

Webinar mewujudkan Generasi Emas, Hamdan Zoelva : Tidak cukup hanya Pendidikan dengan mengisi akalnya, tetapi…

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Jakarta – menyikapi tentang pentingnya Pendidikan bagi anak, PP PERISAI menggelar Webinar dalam Dalam rangka mewujudkan Generasi Emas. Webinar itu diselenggarakan oleh PP PERISAI dengan mengusung tema, yakni “Soekarno Cilik dan Kesadaran Berbangsa : Peran Ayah Biologis dan Bapak Ideologis””. Rabu, (17/6/20)

Harjono selaku Sekjend PP PERISAI yang juga sebagai moderator webinar menyampaikan, website seminar (webinar) tersebut diharapkan bisa menjadi pedoman untuk mewujudkan generasi Emas dengan kecintaannya terhadap tanah air dan kesadaran berbangsa.

Tiga narasumber dilibatkan pada seminar tersebut adalah Ketua Umum Syarikat Islam Dr. Hamdan Zoelva S.H.,M.H, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Dr.Seto Mulyadi,S.Psi dan Komisioner KPAI periode 2017-2020 Dr.Sitti Hikmawatty,S.St,M.Pd.

Dalam webinar tersebut Ketua Umum Syarikat Islam Dr. Hamdan Zoelva S.H.,M.H, dalam konteks kesadaran kebangsaan mengatakan, perlunya Pendidikan anak dimasa perkembangannya dengan menanamkan kecintaan terhadap tanah air dan kesadaran berbangsa yang dapat diterapkan pada tingkah laku anak.

BACA JUGA:   Maklumat PP PERISAI tentang Omnibus Law

“bagi mereka yang ingin mendidik anak-anaknya, tidak cukup hanya Pendidikan dengan mengisi akalnya, tetapi perlu ditanamkan benih-benih kemerdekaan, demokrasi, keberanian yang luhur, keikhlasan hati, kesetiaan padan yang benar dan kecintaan terhadap tanah air.” jelasnya.

Komisioner KPAI periode 2017-2020, Dr.Sitti Hikmawatty,S.St,M.Pd Menambahkan perlunya mewujudkan jiwa anak-anak yang merdeka melalui Pendidikan dan sekolah yang merdeka.

Dia menjabarkan cara mendidik anak yang dilakukan dengan cara menggali kecerdasan anak melalui pola Pendidikan hak anak.

“Pola Pendidikan di kita sebaiknya tidak mengacu pada Pendidikan yang tidak berbasis pada kepentingan anak, kita harus mengembalikan kemerdekan itu pada bakat anak dan kecerdasannya” ungkap sitti hikmawatty.

BACA JUGA:   PERISAI Kutai Timur mengucapkan Selamat Milad ke-115 Tahun Syarikat Islam

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Dr.Seto Mulyadi,S.Psi megungkapkan nilai minus generasi milenial saat ini adalah kurangnya komunikasi verbal, Sikap egosentris, sikap individualis, mengingginkan hasil yang cepat atau serba instan dan serba mudah, serta tidak menghargai proses.

Dia menjelaskan dalam mengatasi nilai minus tersebut harus ada acara untuk mengimbanginya agar mampu merangsang berbagai aspek perkembangan pada anak.

“berbagai macam perilaku anak saat ini harus tetap di imbangi dengan berbagai kegiatan psikososial yang merangsang berbagai aspek perkembangan, Kunci utama nya adalah berfungsinya sekolah dan keluarga sebagai pranata kontrol.” Ungkap seto.

“belajar tidak harus dengan kekerasan, komunikasi yang efektif antara orangtua dan anak, mendengar aktif, pesan diri, metode win-win solution, mengubah lingkungan, orang tua berani mengubah diri sendiri,” imbuhnya.

sumber: tribunsatu.co

News Feed