by

Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Sumut Dengan Tegas Menolak RUU HIP

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

MEDAN, akses.co – Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sumatera, dengan tegas menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Alasannya, Pemuda Muslim Sumut mencurigai konseptor atau pemikir RUU HIP itu disusupi oknum-oknum yang ingin membangkitkan kembali partai komunis (PKI), hal ini dikatakan Jonson Sihaloho SH.I Ketua Pemuda Muslim Sumut, Sabtu (13/6/2020) di Medan.

“Kami meminta dan menghimbau kepada umat Islam Indonesia untuk tetap waspada, dan selalu siap siaga terhadap penyebaran faham komunis dengan pelbagai cara dan metode licik yang mereka lakukan saat ini, oleh karena itu patut diusut oleh pihak berwajib, agar tidak terjadi gesekan ditengah masyarakat”, ujar Jonson yang juga merupakan Bendahara DPW PPP Sumut.

Pemuda Muslimin Sumut, lanjut Jonson, mendukung sepenuhnya keberadaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai penjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus mengawal Pancasila. Sambungnya, jika ternyata ada indikasi penyebaran faham komunis dengan berbagai cara dan kedok, dia menghimbau masyarakat segera melaporkan kepada markas TNI terdekat, sebut Jonson Sihaloho.

BACA JUGA:   Aliansi Pemuda Bergerak Tuntut Presiden Keluarkan Perppu Cabut UU Omnibus

Jonson juga meminta kepada Pimpinan Besar (PB) Pemuda Muslimin Indonesia, yang berpusat di Jakarta, untuk mendesak Pemerintah Pusat agar RUU HIP itu ditolak, karena sangat membahayakan bangsa Indonesia, sebagaimana yang pernah terjadi pada tahun 1948 dan 1965 dimana saat itu terjadi peristiwa sadis dan tak berperikemanusiaan terjadi, komunis (PKI) telah menghancurkan bangsa ini. Sebutnya, mengingatkan.

Lanjut Jonson, Pemuda Muslim Sumut, juga Mendukung Maklumat Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), MUI menolak dengan tegas, sebagaimana yang disampaikan Wakil Ketua Umum MUI, KH.Muhyiddin Junaedi.

BACA JUGA:   Silaturahmi Para Ketua Umum OKP Islam di Resto Jail Break Resto ERVAN TAUFIQ (Ketum PB Pemuda Muslim Indonesia)

Selain itu, TAP MPRS Nomor: XXV Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia dan Larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan faham atau ajaran komunis, menjadi pedoman dan benteng bagi kita semua, bahwa NKRI harus kita junjung setinggi-tingginya.

Dan, meminta kepada fraksi-fraksi di DPR RI untuk tetap mengingat sejarah yang memilukan dan terkutuk, yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) jangan sampai terulang kembali, oleh karenanya, kita menolak dengan tegas Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), yang menurut pandangan kami telah disusupi oknum-oknum tertentu untuk membangkitkan kembali komunis. Tegas Jonson Sihaloho, tutupnya. (Han)

sumber: akses.co

News Feed