by

Hamdan Zoelva: Negeri Ini Dibangun Atas Dasar Kebersamaan Dengan Segala Perbedaan

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Merdeka.com – Indonesia adalah negara plural terdiri dari berbagai agama, suku bangsa dan etnik yang berbeda-beda. Untuk mempersatukannya para tokoh bangsa telah menyepakati Pancasila sebagai dasar negara yang diterima oleh semua pihak.

“Jadi kalau saya katakan negeri ini adalah negeri yang dibangun atas dasar kebersamaan dengan segala perbedaan yang ada. Di dalam Pancasila pengakuan terhadap Bhinneka Tunggal Ika itu ada di sana,” ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva dalam keterangannya, Jumat (12/6).

Hamdan mengatakan bahwa inti dari Pancasila adalah pengakuan terhadap pluralisme, perbedaan bangsa yang majemuk yang terjadi di berbagai keyakinan agama, etnik, suku di mana kita bisa bersatu dalam falsafah yang sudah disepakati. Oleh sebab itu Hamdan menyebut jika ada kelompok ingin mengganti dasar falsafah negara ini dengan model Khilafah pemahaman agamanya sempit.

BACA JUGA:   Ketua Umum LT/SI menuju lokasi sekolah kader SEMMI mengisi Ideologi Syarikat Islam

“Kita ingin membangun Indonesia dalam suasana aman dan damai, di mana semua perbedaan-perbedaan ini kita satukan, dan kita berkompromi dalam dasar-dasar falsafah ideologi negara Pancasila ini,” terang anggota kelompok ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bidang hukum itu.

Hamdan mengatakan, setiap penyimpangan dari falsafah bangsa ini pasti akan ditolak. Karena sejarah sudah membuktikan betapa Pancasila ini akan selalu balik ke tengah jika ada yang terlalu ke ‘kanan’ maupun ke ‘kiri’.

BACA JUGA:   15 September 2020 Program Salam Indonesia Bisa Penyejuk Hati bersama Dr. H. Hamdan Zoelva, SH.MH

“Jadi Pancasila itu mengambil jalan tengah dari semuanya itu,” tuturnya.

Hamdan menyampaikan perlu ada kesadaran penuh dari semua tokoh bahwa Pancasila ini adalah kesepakatan bersama para bapak bangsa. Apapun problem yang muncul harus bisa diselesaikan dengan cara bermusyawarah sebagai satu keluarga besar.

“Saya kira itulah prinsip dasar yang harus selalu kita pegang teguh. Dan para tokoh ini harus berpegang teguh bahwa kita berada dalam satu rumah bersama yaitu rumah Indonesia. Dan kalaupun ada hal-hal yang berbeda, maka ayo kita bermusyawarah, berdialog sebagai satu keluarga besar,” tandasnya. [did]

sumber: merdeka.com

News Feed