Diskusi Virtual Institute Tjokroaminoto, “Basa Basi Pemerintah atau Solusi Hadapi Corona?

by admin
3 views

Diskusi virtual yang dilaksanakan oleh institute cokroaminoto dengan menghadirkan narasumber :

  1. Dr.Haryono umar, M.Sc.,Ak.,C.A (Wakil ketua KPK 2007-2011,Dekan pascasarjana perbanas institute)
  2. Dr.Ahmad Alim Bachri,SE.,M.Si ( Guru besar universitas lambung mangkurat banjarmasin)
  3. H.Mardani Ali Sera,M.Eng ( Anggota DPR RI Komisi II )
  4. Sitty Hikmawatty,S.St.,M.Pd. (komisioner KPAI 2017-2020)

Acara yang dilaksanakan senin,01-juni-2020 sebagai momentum kelahiran pancasila  dihadiri oleh 139 peserta bergabung dalam aplikasi zoom selebihnya menyaksikan live di facebook cokroaminoto institute,”ungkap ketua panitia Andi In Amul hasan.

Dalam penyampaian materi dijelaskan secara detail terkait dampak covid -19 dan penerapan kebijakan new normal.

Prof haryono menjelaskan secara detail terkait dampak yang ditimbulkan covid – 19 diantaranya masalah sosial,ekonomi,kesejahteraan,sustainability serta kesiapan seluruh pihak menghadapi the new normal.

Tentunya keterlibatan seluruh pihak lembaga pemerintah,legislasi,swasta,masyarakat bersama sama fokus membangun kepercayaan,keyakinan dalam menghadapi era baru yang disebut new normal  Untuk menghindari potensi masalah akan muncul seperti: korupsi,tidakpeduli/maunya sendiri,ego sektoral ,teknologi, dan kedisiplinan sehingga terwujudnya negara baldatun tayyibatun warabbul gofur (aman,sejahtera,bahagia),ujar beliau.

Ditambahkan Dr.sitti Hikmawaty menjelaskan pentingnya kebijakan kebijakan yang berdampak langsung terhadap anak.

Diketahui jumlah anak 1/3 atau sekitar 83 juta dari jumlah keseluruhan penduduk indonesia yang menjadi tanggung jaawab negara sesuai dengan konsititusi pasal 28b ayat 2 uud 1945,komitmen universal dan instrumen HAM bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup,tumbuh kembang serta perlindungan kekerasan dan diskriminasi,ujarnya.

Tentunya kita ketahui sebelum covid – 19 kondisi anak mengalami stunting yang kemudian diperparah dengan adanya covid – 19 ini yang mengakibatkan masalah baru seperti kurangnya komunikasi sosial  secara langsung  sehingga menimbulkan sikap egois,soliter,tidak peka dan tidak paham.

Olehnya keterlibatan orang tua sangat diperlukan untuk membuat model desain atau cara mendidik serta mengajar anak dengan meningkatkan simulasi komunikasi secara langsung dan juga dibutuhkan data yang akurat,akuntabel dan terpercaya sehingga dalam menentukan kebijakan dapat terlaksana dan tepat sasaran,karena kehadiran negara harus menjadi suatu kemutlakan bagi anak,”tutup beliau komisioner KPAI 2017-2020

Prof Alim Ahmad melanjutkan covid -19 telah merubah tatanan sistem bernegara sehingga menimbulkan perubahan perubahan dari berbagai aspek kehidupan seperti ekonomi,sosial,budaya,dan kesehatan.

Aspek ekonomi yang berdampak kepada pemutusan hubungan kerja(PHK),penghasilan yang semakin menurun dan pengangguran menjadi meningkat sehingga menimbulkan masalah sosial atau penyakit masyarakat (konflik antar masyarakat meningkat) juga terdapat perubahan budaya di tengah masyarakat seperti shalat yang diatur jaraknya,budaya bersalaman sebagai bentuk silatuhrahim kekeluargaan pun dilarang.

Olehnya itu momentum hari lahir pancasila sebagai titik awal menghadirkan the unity of thinking terhadap berbagai masalah yang tengah dihadapi negara saat ini.

“ rajud tatanan kehidupan baru dengan semangat pancasila yang mengantarkan kepada tujuan bernegara yaitu aman,sejahtera dan bahagia serta terus bekerja sama dengan pemerintah dalam menghadapi kehidupan baru (new normal),”tutup beliau dengan penuh semangat.

Selanjutnya Politisi DR.Mardani ali sera memberikan pendapat bahwa new normal sama saja bunuh diri massal.

Kebijakan pemerintah dinilai akan sangat merugikan masyarakat tidak hanya dari segi ekonomi,sosial,budaya bahkan akan menyebabkan gelombang kematian yang begitu besar terkait penerapan new normal,”ungkap beliau.

“Pasalnya ada beberapa faktor kegagalan pemerintah dalam mengelola negara pertama pemerintah anti kritik,kebijakan yang tidak sains best epidense dengan tidak melibatkan para pakar sains, konsistensi pemerintah dinilai kurang dikarenakan adanya perbedaan keputusan antara pemerintah daerah dan pusat dalam menangani covid -19, kurangnya pondasi keagamaan dinilai menjadi faktor yang paling mempengaruhi kegagalan pemerintah menangani covid – 19 terbukti dengan mall dibiarkan beroperasi sementara tempat ibadah di tutup,”lanjutnya.

New normal akan menjadi bunuh diri massal jika pengelolaan sistem ketatanegaraan tidak mengedepankan kemaslahatan dan keselamatan bersama indonesia akan menjadi negara gagal seperti yang di kutip pada buku the unlikely nation sebaliknya jika pemerintah cepat tanggap,konsisten,mementingkan warga negara maka indonesia akan menjadi negara maju,”tutup beliau.

Selanjutnya acara yang berlangsung dua jam  di tutup oleh moderator sekaligus menyimpulkan hasil diskusi yang akan di serahkan kepada pemerintah dan DPR sebagai acuan dalam menerapkan kebijakan negara,”Andi In Amul Hasan.

Institute cokroaminoto yang di nahkodai oleh Bintang Wahyu Saputra  akan terus hadir dalam mengawal setiap  kebijakan kebijakan negara guna mewujudkan negara yang sejahtera,aman, berkeadilan.(01/06/20).

sumber: lensamahasiswa.com

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini