by

Tak Terapkan New Normal, Karawang Lanjut PSBB Dua Pekan

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Karawang – Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana memastikan tidak akan menerapkan new normal di Karawang. Cellica menegaskan bakal melanjutkan PSBB selama 14 hari ke depan.

Meskipun, Karawang memenuhi syarat untuk menerapkan new normal yang ditetapkan WHO, Cellica memastikan mengikuti arahan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

“Kita lanjutkan PSBB selama 14 hari ke depan sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Jabar. Jadi belum ada new normal,” kata Cellica usai video confrence bersama Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, Jumat (29/5/2020).

Berdasarkan data Gugus Tugas COVID-19 Karawang, indeks penularan di karawang jatuh di angka 0,5. Cellica juga mengklaim, telah mengendalikan transmisi penularan Corona di Karawang.

“Kabupaten Karawang mengalami penurunan level kewaspadaan COVID-19 dari yang semula merah menjadi kuning,” ujar Cellica.

BACA JUGA:   Pelepasan PPN MA Unggulan Cendekia

“Hal ini berarti menunjukkan trend perawatan kasus Covid-19 di Kabupaten Karawang berangsur menurun,” ujar Fitra Hergyana, Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Karawang kepada wartawan, Jumat (29/5/2020).Gugus Tugas COVID-19 Karawang mengklaim tak ada penambahan pasien positif. Di Karawang, orang yang reaktif rapid test, total ada 267 orang, sembuh 216 orang, masih dalam observasi 26 orang dan meninggal dunia 25 orang.

Tren penurunan pasien crona, kata Fitra juga terlihat dari tingkat hunian tempat perawatan pasien corona. Fitra meyakini, banyak tempat tidur yang telah disiapkan untuk para pasien COVID-19 belum terisi.

“Tingkat hunian di angka 22 persen, berarti masih ada 78 persen yang kosong,” kata Fitra.

BACA JUGA:   Kiprah Haji Samanhudi, Pedagang Batik dan Perintis Sarekat Islam

Artinya, kata Fitra, rumah sakit RS rujukan COVID-19 di Kabupaten Karawang masih punyai kapasitas yang cukup memadai bila terjadi lonjakan ataupun second wave.

Hingga saat ini, ODP di Karawang mencapai 4.967 orang, selesai pemantauan 4.580 orang, masih dalam pemantauan 382 orang dan meninggal dunia 5 orang. Untuk PDP berjumlah 398 orang, selesai 326 orang, masih dalam pengawasan 37 orang dan meninggal dunia 35 orang.

Adapun OTG berjumlah 816 orang, proses pemantauan 103 orang dan selesai pemantauan 713 orang. “Kami sangat berharap agar tren ini bertahan dan terus menurun. Kuncinya ada di masyarakat,” ujarnya.

(mud/mud)

sumber: tirto.id

News Feed