by

RAMADHAN COVID 19, TAMU AGUNG MOHON DIRI

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

RAMADHAN COVID 19

TAMU AGUNG MOHON DIRI

Tamu agung itu demikian setia..
Tamu agung itu hadir berkala
Setiap tahun datang menyapa….
Memberi kabar gembira.
bagi setiap insan…
yang masih menghirup nafas..
dari sisa usia yang tersedia..

Tamu agung datang
tak pernah bosan..
Tak minta untuk dihormati karena dia sangat
demikian terhormat..
Tak minta dilayani karena dia melayani
penuh kemuliaan mengalir pada insan yang menyambut
ditengah rinai dan teriknya perjalanan hidup yang
selalu manusia alami…

Ada senang..
ada sedih..
Ada tawa…
ada tangis
Ada terasa lapang …..
ada terasa sempit…
saat bangkit.
dan terhimpit..
berkelindan ….
dalam kejaran waktu…
kala rasa gelap..
mencekam menghadang dengan pedih menyayat dikehidupan
hingga rasa lapang….
nan bahagia..
bagai mega putih..
bertebar dilangit biru
dalam percikan cahaya mentari…
di kehidupan pagi….
diiringi alunan kicauan burung,
gemercik air terdengar, gesekan kayu bambu terdorong angin…
adalah gubahan irama alam..
membuat insan tertambat harapan cinta dan karsa cita

BACA JUGA:   Angkatan Laut Belanda Takut kepada Sarekat Islam dan Komunis

Ramadhan…
Bulan mulia penuh kemuliaan..
lebih dari seribu bulan..
83 tahun dalam hitungan waktu manusia
Bulan suci yang mensucikan umat manuia di bumi…
bulan pembakaran yang membakar …
hati keras manusia ..
hingga lembut melebur…
lalu menguap ..
hilang ditelan semesta..

Ramadhan..
bulan ampunan juga
rahmat..
meluluhlantahkan dosa hingga yang hanya serpihan debu dosa terlumatkan
tiada sisa..

Ramadhan
Mencairkan rahmat dari kebekuan, kesulitan, keputusasan,
dan penderitaan manusia…
membawa kekuatan baru dan prima…
bagi mereka yang berpuasa dengan ikhlas menggapai pesan tamu agung ini..

Ramadhan..
Tamu agung… membebaskan manusia
dari kesengsaraan penderitaan..
dari kejahatan hawa nafsu amarah dan lawamah..
dari api neraka….
neraka dunia
dalam jilatan api kesombongan…ujub…ria..
takabur…malas…egois..
tak peduli…korup..
rakus dan serakah..
Hingga neraka abadi akhirat yang membelenggu kemusrikan…kezaliman ..
kefasikan…

BACA JUGA:   Kiprah Haji Samanhudi, Pedagang Batik dan Perintis Sarekat Islam

Ramadhan…
Membawa amnesti bagi semua insan manusia seisi bumi yang cinta akan kehadiran…
rindu akan pesannya…
Bahagia akan balasannya…

Tahun berganti..
Ia datang selalu kembali dan pergi….

Kini sang tamu itu pamit
meninggalkan insan.. dengan rona rona kehidupan selalu menghadang….

Ramadhan
Sang tamu agung memancarkan senyuman
perjalanan tanda berpisah

kita, …
tak dapat memastikan ..
akankah ada sisa waktu kembali menyapa
menerima Tamu Agung Ramadhan di tahun nanti…

Sang tamupun pergi…
meninggalkan isyarat..
sudahkah kita beribadah bulan ramadhan..
dengan tulus ikhlas…?

Firdaus Syam
Pagar Alam

Pojok kamar
Mentari pagi..
ujung ramadhan
22/5/030

News Feed