by

Halalbihalal Lebaran dari Rumah Masing-Masing, Gubernur: Kesepakatan Bersama Tokoh Umat Islam

Print Friendly, PDF & Email

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Sudah jadi tradisi, setiap lebaran umat Islaam menggelar open house menyambut para tamu untuk bersilahturahmi saling bermaaf-maafan.

Namun di masa Pandemi Covid 19 ini, pemerintah mengimbau kegiatan halal bi halal atau silaturahmi saat Idul Fitri ini terpaksa harus dibatasi.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mengatakan, pembatasan kegiatan di hari raya Idul Fitri sudah menjadi kesepakatan bersama yang diinisiasi oleh Tokoh Agama Islam di Sulut.

“Hasil rapat dengan tokoh agama hasil kesepakatan diimbau salat id, takbiran, halal bi halal dilaksanakan terbatas di keluarga,” ujar Gubernur.

Adapun kesepakatan soal pembatasan halal BI halal tertuang dalam poin 3 dari 4 butir kesepakatan, menyebutkan mengajak kepada seluruh Umat Islam selesai Ramadan agar tetap membatasi kegiatan mengumpulkan orang dalam jumlah banyak termasuk dalam kegiatan silaturahim, dan kegiatan halal bi halal.

BACA JUGA:   Pimpinan Syarikat Islam Minta Jokowi Usir Dubes Perancis

Para Tokoh Agama yang hadir dalam kesepakatan bersama terdiri dari Ketua Umum MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur, Ketua PW Muhammadiyah Sulut DR Nasruddin Yusuf.

Ketua PW NU Sulut H Ulyas Taha, Ketua Wilayah Syarikat Islam Sulut Macmud Turuis.

Ketua PW Dewan Masjid Indonesia Sulut Wahyudy Karaeng, Ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan, Ketua PHBI Sulut Syahrul Poli

PW Mathla’ul Anwar Awaluddin Pangkey, serta Tokoh Umat Islam yang juga Anggota DPRD Sulut Amir Liputo.

Gubernur mengatakan, kebijakan ini diambil karena semua tahu persis Covid 19 wujud nyatanya tidak kelihatan.

BACA JUGA:   Milad Ke-155 Syarikat Islam

“Jadi kita sangat hati-hati dalam rangka membatasi dan mengurangi Covid 19 di Sulut,” ungkap dia.

Gantinya masyarakat bisa mengunakan teknologi untuk saling bersilaturahmi dan bermafaafan, sebagaimana menggunakan teknologi live streaming ketika menggelar salat id di rumah.

“Saya sebagai gubernur berterima kasih karena inisiasi dari tokoh agama di Sulut sehingga pemerintah tinggal mendorong dan mengimbau, kita sosialisasikan kepada masyarakat di Sulut apa yang jadi keputusan bersama ini,” ujarnya.

Ia juga berterima kasih karena memang banyak respons positif masyarakat, dan kepala daerah di Sulut, terkait apa langkah-langkah diambil pimpinan umat di Sulut. (ryo)

Penulis: Ryo_Noor
Editor: David_Kusuma

sumber: manado.tribunnews.com

News Feed