by

PW Pemuda Muslim Sulteng Sambut Baik Langkah Gubernur Terkait Pelaksanaan Sholat Idul Fitri Berjamaah

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Sulawesi Tengah- Newinfo.id – Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslim Sulawesi Tengah mengapresiasi dan mendukung langkah kebijakan Gubernur Sulteng H Bapak Longki Djanggola yang mengizinkan warga melaksanakan Sholat Idul Fitri berjamaah di masjid atau lapangan.

Kebijakan tersebut sudah sesuai dengan Maklumat yang telah di keluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan surat edaran Menteri Agama Republik Indonesia.

“Hanya saja yang perlu kita pahami bersama bahwa Kebijakan tersebut tidak berlaku secara umum, kerena hanya warga di daerah kategori Zona hijau yang belum Terdampak Covid-19 yang dapat melaksanakannya.” Kata Syahril R Ketua Pemuda Muslim Sulawesi Tengah.

BACA JUGA:   Pemuda Muslim Riau mengucapkan Selamat Milad ke-115 Tahun Syarikat Islam

Masyarakat dan pemerintah terkait baik Desa, Kecamatan dan Kelurahan harus tetap memperhatikan Protokol Kesehatan misalnya rajin cuci tangan, menggunakan hand sanitizer, dan mengenakan masker, terutama tetap menjaga jarak (sosial distancing) agar aman.

PW Pemuda Muslim Sulteng, “berharap masyarakat juga dapat berpartisipasi dan ikut mengindahkan maklumat pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tersebut terkait Polemik pelaksanaan sholat Iedul Fitri dan dengan tetap mengacu sesuai penerapan protokol kesehatan Covid19.”

Maka dari itu, PW Pemuda Muslim menambahkan beberapa poin agar pemerintah dapat memberikan sosialisasi, bahwa pelaksanaan Sholat idul fitri dapat dilakukan apabila :

  1. Berada di kawasan penyebaran COVID-19 yang sudah terkendali pada 1 Syawal 1441 H
  2. Ditandai angka penularan yang cenderung menurun
  3. Berada di kawasan bebas dan diyakini tidak ada penularan COVID-19, misal di perumahan terbatas
  4. Selain di masjid, sholat Idul Fitri juga bisa dilakukan di tanah lapang.
BACA JUGA:   Sarasehan Pemuda Islam di Masjid Al Azhar Jakarta

“Saat ini, sejumlah daerah membolehkan sholat Idul Fitri di masjid dengan syarat tertentu. Aturan tersebut untuk mencegah penularan dan tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 di wilayahnya.” Tutup Syahril

sumber: newinfo.id

News Feed