by

MENANGISLAH UNTUK PINTU MAGHFIRAH

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

MENANGISLAH
UNTUK PINTU MAGHFIRAH

Menangislah…
Menangislah qalbuku
Menangislah jiwaku
Menangislah bagai mata air
mengalir dikelopak mataku…
seperti aku tercipta….
Ya Rabbi.

Menangislah.
Menangislah mauku
bagai air sungai..
mengalir di pipiku..
Menangis untuk..
Sang Maha Pencipta…
Ya Khalik…
Seperti aku menangis saat keluar dari rahim emakku
Hingga emakku terenyum..

Menangislah…
Menagislah sekerasku
Menangis memecah heningnnya dunia
Menangis aku..
dalam dekapan pangkuan kedua tangan Bapakku
Hingga qomatpun berkumandang
terdengar ditelingaku
saat air mata kebahagiaan Bapaku memecahkan pengharapan
untuk kelahiranku..

BACA JUGA:   Sarung dan Kupluk Pun Pernah Dicap Komunis

Ya Allah..
Menangislah aku
Saat diperjalanan usiaku..
Saat diparuh kedua bulan kemuliaan ramadhan..
saat kesucian hamparan bumi dipenuhi ibadah..
Saat dosa tak terbilang..
Saat kesalahan tak terhitung
Saat kerasnya hati tak terluluhlantahkan..
bagai gelapnya malam
bagai jelaga dosa berkarat diperjalanan usiaku

Ya Allah…Rabb insani
Menangislah aku..
tak malu aku menangis
Karena aku pun tak malu saat lahir tak berbalut baju aku menangis menatap awal dunia ini
yang penuh ujian cobaan dan kesenangan..

BACA JUGA:   Peristiwa 10 September: HUT TNI Angkatan Laut

Menangis aku..
diatas hamparan sajadah ramadhan dihari sepuluh kedua….
dihamparan kasih sayang Sang Maha Pencipta terhampar karpet kemuliaan dari seribu bulan ini…
Ya Allah..
Menangislah aku di ramadhan ini..
Ramadhan covid 19..
Ranadhan tafaqur diri..

Menangislah aku..
Menagis air mata kebahagiaan..
Airmata pengharapan..

Firdaus Syam
Pagar Alam
Ramadhan Covid 19

3/4/020

Mushola Al Askar
Akabri.

News Feed