by

Sepaham Dengan Kebijakan Pemprov, Pemuda Muslimin (PMI) Kota Palu Tolak Bandara Beroperasi

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

PALU, Sigipos.com,- Kementerian Perhubungan melalui Menhub Budi Karya Sumadi, telah memutuskan membuka kembali akses moda transporasi sejak Kamis (7/5/2020) lalu. Diantaranya yakni moda transportasi udara.

Meskipun demikian, namun Pemprov Sulteng memilih menolak bandara beroprasi selama Pandemi ini masih tetap ada. Melalui Surat Gubernur Sulteng tentang nomor 550/260/DIS.HUB tentang penundaan kelonggaran akses transporasi dari dank e Sulteng tertanggal 8 Mei 2020.

Terkait semua itu, Ketua Pengurus Daerah Pemuda Muslimin (PD PMI) Kota Palu, Sidiq Djatola, mendukung langkah Gubernur Sulteng bersama Pemprov. Sebab, dibukanya bandara dapat menjadi pemicu meningkatnya kasus pasien positif di Sulteng.

“Ini langkah yang tepat demi menyelamatkan nyawa masyarakat Sulteng,” terangnya kepada wartawan, Minggu, (10/5/2020).

Keputusan Kemenhub itu tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama Musim Mudik 2020 untuk menekan Penyebaran Covid-19. Yang kemudian dikuatkan dengan Surat Edaran (SE) Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pengaturan Penyelenggaraan Transportasi Udara selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease atau Covid-19 tersebut.

BACA JUGA:   Pemuda Muslim Sulawesi Tenggara: "Semoga Berkah dalam Perjuangannya 115 Th SYARIKAT ISLAM"

Dengan diizinkannya Bandara beroprasi kata sidiq, menurutnya hanya akan menambah beban pemerintah daerah dalam melakukan percepatan penanganan Covid-19. Sebab, bandara merupakan salah satu penyebab masuknya wabah virus di Sulteng yang kita cintai ini.

“Sebelumnya penularan virus masih impor. Sekarang sudah transmisi lokal yang menulari dari orang ke orang,” tegas Sidiq yang merupakan Advokat Muda Sulteng.

BACA JUGA:   Video Konferensi Pers PII dan GPII soal Perusakan dan Penganiayaan oleh Anggota Polisi

Selain itu, Kota Palu saat ini telah ditetapkan sebagai derah transmisi lokal penyebaran virus di Sulteng. Itu artinya, percepatan penanganan Covid-19 harus dilakukan maksimal dengan tidak mengoprasikan kembali bandara Mutiara Sis al Jufri.

Apalagi, kata Sidiq, saat ini Sulteng sedang dalam masa puncak pandemi Covid-19 yang ditandai jumlah kasus pasien positif mencapai 83 orang.

“Pada masa puncak pandemi ini, mestinya pemerintah pusat memikirkan untuk tidak mengoperasikan bandara. Karena ini berbahaya sekali,” jelasnya.

Berdasarkan rilis Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid-19 Sulteng, hingga Ahad (10/5/2020) jumlah pasien positif mencapai 83 orang dari sebelumnya 75 orang. Naiknya jumlah kasus pasien positif itu dikarenakan adanya penambahan sebanyak 8 orang berasal dari Kabupaten Buol. (Kar)

sumber: sigipos.com

News Feed