by

Tadarus Kebangsaan, Bahas Sosok HOS. Tjokroaminoto

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Blitar (Suaramuslim.net) – Tjokroaminoto dihidupkan kembali. Kalimat yang tepat untuk Tadarus Kebangsaan yang digelar di Perpustakaan Bung Karno, Jl. Kalasan no. 1, Bendogerit, Sananwetan, Kota Blitar (4/5/2018).

Sulkhan Zuhdi didapuk sebagai pemateri dalam acara pekanan tersebut. Acara yang dimulai pukul 14.00 dihadiri sekitar 30 orang.. “Pengenalan saya dengan sosok HOS Tjokroaminoto pertama kali ya di sekolah, tapi sambil lalu,” ungkap mahasiwa IAIN Tulungagung program Aqidah dan Filsafat.

“Saya mulai serius membacanya ketika saya penasaran dengan Partai Komunis Indonesia. Peran Tjokroaminoto sangat kuat bagi tokoh-tokoh nasional pada kemudian hari,” lanjut dalam diskusi itu.

Tjokroaminoto merupakan pribadi yang unik. Ia merupakan seorang priyayi sekaligus santri namun membela rakyat jelata yang notabene abangan. Tiga kategori masyarakat yang secara umum bertolak belakang dalam keseharian. Dari kepribadian yang unik ini melahirkan murid berbagai ideologi.

BACA JUGA:   Aldie Abdurrozaq mengucapkan Selamat dan Sukses Milad Syarikat Islam ke-115 Tahun

“Rumah Tjokroaminoto menjadi kawah candradimuka para pendiri bangsa,” ujar mahasiswa berpawakan agak tambun itu.

Tercatat, tokoh nasional yang pernah tinggal rumah Pak Tjokro di Jalan Peneleh 7 no. 29-31 Surabaya antara lain Soekarno, Kartosuwiryo dan Semaun. Kemudian ketiga tokoh ini berbeda jalur perjuangan. Soekarno berpaham nasionalis, Kartosuwiryo jalur Islam dan Semaun berpaham komunis.

BACA JUGA:   Kaum Kiri, Ulama, Umat Islam: Akhir Peristiwa Tiga Daerah

Kontributor: Muslih Marju
Editor: Oki Aryono

sumber: suaramuslim.net

News Feed