by

Hadits Palsu Huru Hara 15 Ramadhan, Mari Hentikan Berita Bohong

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Oleh: Tuan Guru Abdullah Zulfa
(Biro Dakwah dan Agama PW Syarikat Islam NTB / Pengasuh Ponpes Al-Umariyah Batunyala)_
Assalmu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Segala puji hanya milik Allah yang menurunkan kebenaran pada nabinya
Salawat serta salam kepada nabi terakhir Muhammad Saw.
Saya diminta oleh salah seorang ikhwan di syarikat Islam untuk menanggapi informasi huru-hara yang tersebar di youtube yang mana informasi tersebut bertameng hadis Rasulullah saw. Informasi dimaksud membuat sebagian masyarakat khawatir dan resah oleh karena itu menjadi keharusan bagi saya untuk menanggapi informasi yang beredar, apakah itu benar dan dapat diikuti ataukah informasi itu hanya cerita kebohongan lama yang diabadikan?
Ketika kita mendengarkan berita, sudah pasti dalam berita tersebut terkandung satu antara dua, benar atau dusta. Jika kita menilik informasi yang menyebar tersebut adalah tentang sesuatu yang akan terjadi yang mana kita belum bisa mengatakannya benar atau dusta.
Namun sang penyampai menisbahkan informasi kepada nabi sehingga informasi itu dinamai hadis. Dan biasanya yang menyampaikan hadis kepada halayak ramai disebut ustaz atau kiyai yang mana penyampaiannya lebih mengarah pada ajakan untuk menjalani ajaran Islam. Sehingga terkadang cenderung membuat pendengar lupa bahwa yang disampaikan sang ustaz, juga dinamai informasi yang mana di setiap informasi tidak serta merta diterima sebelum mengecek kebenarannya. Apapun itu yang berbentuk informasi kecuali datangnya dari Al Qur’an dan hadis yang tergolong mutawatir.
Dalam ilmu ushul hadis menerangkan bahwa hadis itu dibagi menjadi dua, mutawatir dan ahad. Yang mana mutawatir ini akan menjadi kafir orang yang mengingkarinya namun hadis ahad seseorang tidak menjadi kafir apabila tidak percaya. Namun dalam permasalahan huru-hara yang tersebar pada 15 Ramadhan haditsnya *maudu’* yang berarti hadis yang *diada-adakan dan tidak boleh dipercayai (palsu)*.
Berikut ini hadis maudu’ yang tersebar membuat jagat menjadi resah:
 [عن عبدالله بن مسعود:] إذا كانت صيحةٌ في رمضانَ؛ فإنَّهُ يكونُ معمعةٌ في شوالٍ، وتميزُ القبائلُ في ذي القعدةِ، وتُسفكُ الدماءُ في ذي الحجةِ. والمُحرمُ ما المُحرمُ؟ (يقولها ثلاثًا)، هيهاتَ هيهاتَ ! يقتلُ الناسُ فيها هَرْجًا هَرْجًا. قلنا: وما الصيحةُ يا رسولَ اللهِ ﷺ؟ قال: هدةٌ في النصفِ من رمضانَ ليلةَ جمعةٍ؛ فتكونُ هدةٌ توقظُ النائمَ، وتُقعدُ القائمَ، وتُخرجُ العواتقَ من خدورهنَّ في ليلةِ جمعةٍ، في سنةٍ كثيرةِ الزلازلِ. فإذا صليتم الفجرَ من يومِ الجمعةِ؛ فادخلوا بيوتَكم، وأغلِقُوا أبوابَكم، وسدُّوا كواكم، ودثِّرُوا أنفسَكم، وسدُّوا آذانكم، فإذا أحسستم بالصيحةِ؛ فخرُّوا للهِ سُجَّدًا، وقولوا: سبحانَ القدوسِ، سبحانَ القدوسِ، ربُّنا القدوسُ؛ فإنَّهُ من فعل ذلك؛ نجا، ومن لم يفعل ذلك؛ هلك
الألباني (١٤٢٠ هـ)، السلسلة الضعيفة ٦٤٧١ • موضوع
_”Apabila terjadi teriakan di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan syawal dan pembedaan kabilah di bulan dzulqoidah dan pertumpahan darah di dzulhijjah. Dan muharram, apa yang di muharram? (Dikatakan tiga kali). Hindari hindari.. Dibunuh manusia kacau balau. Kami berkata apa teriakan itu ya rasullullah? Ledakan pada pertengahan Ramadhan malam jumat, berupa ledakan yang membangun orang tidur, mendudukkan orang berdiri, yang mengeluarkan perempuan tanpa kerudung pada malam jum’at, pada tahun yang terdapat banyak gempa. Apabila engakau telah menunaikan solat subuh pada hari jumat maka masuklah rumah kalian dan tutuplah pintu-pintu kalian, dan tuptuplah pentilasi rumah kalian, dan selimuti diri kalian, dan tutup telingan kalian, apabila kalian merasakan teriakan maka bersujudlah untuk Allah, dan berkatalah mahasuci zat yang suci, tuhan kami yang suci. Maka barangsiapa yang melakukan itu selamat dan yang tidak melakukan akan binasa”._
Kita hendaklah takut dan jangan menyebarkan berita bohong yang disandarkan kepada nabi karena nabi mengatakan dalam riwayatnya yang mutawatir bahwa _”siapa yang sengaja berbohong terhadapku maka dia sudah menyiapkan tempatnya di neraka”._ Pembawa berita bohong sudah terjadi sejak zaman dahulu yang mana tetap terjadi sampai sekarang. Berhati-hatilah sebelum menyebarkan informasi.
Pembahasan tentang ushul hadis sangatlah panjang sehingga tidak mungkin ternukilkan di halaman singkat ini. Dan siapa yang ingin memahami kejadian akhir zaman yang benar hendaklah membaca kitab-kitabnya Dr Habib Abu Bakar al Adni bin Ali al Masyhur yang terkenal dengan jargonnya fiqh mutagayyirot. Dan satu kitab lagi yang di karang Imam Al Barzanji dengan judul Isro’atussaah.
_Wassalamu’ala manittabaal huda_

sumber: suarabumigora.com

BACA JUGA:   Turut berduka cita atas wafatnya Ir. H. Adi Darma, M.Si Ketua Dewan Wilayah Syarikat Islam Kalimantan Timur

News Feed