by

Syarikat Islam Bagikan Paket Sembako bagi Warga Miskin Tak Terdata Bansos Pemerintah

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Liputan6.com, Jakarta Suasana Ramadan di Tanah Air tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Munculnya Wabah Corona atau Covid-19 membuat Ramadan yang disambut dengan semarak, kali ini harus dirayakan dari rumah. Belum lagi, kondisi ekonomi yang melemah, membuat warga semakin susah .

Untuk menambah suasana semarak Ramadan, Satgas Syarikat Islam Peduli menyalurkan bantuan kepada warga dibeberapa wilayah jakarta pusat dan jakarta utara yang belum menerima bantuan. Hal itu diungkapkan Mohammad Hapi, Ketua Satgas syarikat Islam Peduli dalam keterangannya, kamis (30/4/2020).

Hapi mengatakan bantuan yang diberikan kepada warga Kalibaru, Jakarta Utara dan Kwitang Jakarta Pusat merupakan warga yang luput dari pendataan penerima bansos dari pemerintah.

BACA JUGA:   24 September 2020 Program Salam Lentera Kebajikan Jelang Majelis Tahkim 41 Syarikat Islam Bersama Al Khairi Yacob, S.Ag

“Satgas Syarikat Islam Peduli hari ini membagikan 100 paket sembako bagi rumah tangga terdampak Covid-19 yang luput dari pendataan penerima bansos,” kata Mohammad Hapi.

Dia mengungkapkan, sebagian dari mereka  yang luput dari pendataan pemerintah ternyata berprofesi sebagai pedagang kaki lima (PKL), pelaku usaha ultra mikro, seperti tukang gorengan, makanan keliliing dan lain sebagainya.

“Kami menyoroti beberapa masyarakat di Jakarta yang terdampak merupakan pedagang kaki lima seperti tukang cilok dan tukang gorengan yang memang membutuhkan bantuan namun tidak terdata, oleh karena itu pendistribusian bantuan kami tujukan kepada mereka” ungkap dia.

BACA JUGA:   Pernyataan Sikap PP/LT Syarikat Islam atas Tindakan Persekusi terhadap Ulama

Hapi menambahkan bahwa selain pedagang kecil, sebagian masyarakat di Jakarta yang berstatus pendatang belum terdata sebagai penerima bansos. Banyak dari mereka yang terdampak covid19 akibat terjebak dalam situasi pandemi.

“Saat ini kami masih melihat beberapa masyarakat pendatang yang terdampak Covid19 belum tersentuh bantuan, sebagian dari mereka mencoba mengadu nasib dijakarta namun terjebak dalam situasi Pandemi ini,” ujar dia.

sumber: liputan6.com

News Feed