by

Sejumlah Mahasiswa Perantauan di Jakarta Mendapat Bantuan Sembako, Disinfektan Hingga Kuota Internet

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Di tengah wabah virus corona atau Covid-19, sejumlah mahasiswa asal daerah atau mahasiswa perantauan mendapat bantuan.

Bantuan-bantuan ini, bagi mahasiswa perantauan yang sedang kuliah di sejumlah perguruan tinggi di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Diketahui, bantuan untuk mahasiswa asal daerah ini, diberikan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Bantuan dari Listyo Sigit Prabowo akan diberikan melalui Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI).

Kemudian, melalui PB SEMMI bantuan tersebut langsung disalurkan kepada mahasiswa-mahasiswa asal daerah atau mahasiswa perantauan di Jakarta dan sekitarnya.

Melalui anggota Bareskrim Mabes Polri, Iptu Fahat Bafadal, mengirimkan bantuan 700 paket sembakomasker, alat penyemprot dan cairan disinfektan hingga kuota internet.

Bantuan tersebut dipergunakan untuk kegiatan belajar dari tempat tinggal, karena kegiatan kampus diliburkan akibat pandemi Covid-19.

Bantuan tersebut, diterima pihak PB SEMMI, bersama ketua bidang organisasi dan infrastruktur DPP Syarikat Islam Chandra Halim dan Sekretaris Pimpinan Pusat Pertahanan Ideologi Syarikat Islam Harjono (PP PERISAI), di Jalan Taman Amir Hamzah, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

“Sikap humanis dan kepedulian dari Bareskrim Polri membantu teman teman kami para mahasiswa yang sedang merantau dan terdampak Covid-19,” papar Ketua Umum PB SEMMI Bintang Wahyu Saputra, kepada wartawan, Selasa (28/4/2020).

Bintang yang saat itu serahkan bantuan ke Kordinator dapur kemanusiaan Covid-19m Bima Rizki, di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, mengatakan Bareskrim juga mengirimkan 300 paket bantuan.

300 paket bantuan itu oleh PB SEMMI Bogor Raya di Sekretariat SEMMI Bogor Raya, Jalan Duta Purnama Blok B5 RT 004 RW 011, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Sejumlah mahasiswa asal daerah atau mahasiswa perantauan di Jakarta mendapat bantuan dari Bareskrim Polri yang disalurkan oleh PB SEMMI.
Sejumlah mahasiswa asal daerah atau mahasiswa perantauan di Jakarta mendapat bantuan dari Bareskrim Polri yang disalurkan oleh PB SEMMI. (Istimewa)

Diketahui 300 paket bantuan langsung diterima oleh Ketua Bidang Kajian Strategis PB SEMMI, Rizki Fathul Hakim.

“Total bantuan yang kami terima semuanya 1000 paket. Untuk itu kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada Komjen Listyo Sigit Prabowo

“Telah berikan perhatian dan bertindak humanis ke para mahasiswa yang sulit terjangkau dari data penerima bantuan melalui RT/RW”

“Karena tidak mempunyai KTP sesuai dengan domisili tempat tinggal mereka,” kata Bintang.

Bintang menambahkan jika bantuan tersebut juga dipakai untuk menambah logistik dapur kemanusiaan Covid-19 yang didirikan oleh PB SEMMI Tangerang Selatan.

Hal itu untuk membantu mahasiswa perantauan sekitar Tangerang yang teletak di depan Universitas Pamulang.

“Banyak mahasiswa Perantauan yang tinggal di asrama atau sekretariat organisasi yang tak miliki perlengkapan masak”

“Jadi, kami membantu mereka dengan makanan siap saji setiap hari, setiap pukul 18.30 WIB, dan ini membantu mereka apalagi saat ini bulan Ramadan, ibadah puasa,” ungkapnya.

Di tempat berbeda, mahasiswi perantauan asal Lamongan, Jawa Timur, Cyntia Nurislah Oktaviani, akui selama ini dirinya belum menerima bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah.

Hal itu dikarenakan berhuni di indekos dan berdampak ia dan teman-temannya luput dari pendataan dilakukan RT/RW sebagai penerima bantuan sosial (bansos).

“Dikarena proses belajar dari rumah akibat dari virus corona, kami harus membeli kuota internet dan ini menyebabkan uang saku kami untuk makan sehari hari berkurang”

“Semoga bantuan yang kami terima hari ini berkelanjutan agar kami terus bisa belajar dari asrama dan bertahan hidup walaupun jauh dari rumah”

“Terima kasih PB SEMMI dan Bareskrim Polri atas perhatian dan bantuannya kepada kami,” katanya mahasiswa jurusan hukum Universitas Pamulang (UNPAM) ini.

Senada dengan rekannya, yang juga mendapatkan bantuan.

Mahasiswa asal Provinsi Jambi, Rohmanil Azmi, mengatakan Bareskrim Polri menunjukkan sikap gotong royong dalam melakukan pencegahan pandemi Covid-19.

Sebab, hal itu sudah sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi.

Ia menambahkan tindakan Bareskrim Polri sangat membantu mahasiswa perantauan yang luput dari pendataan penerima bansos.

Baik bansos dari pemerintah pusat maupun daerah, maka bantuan Bareskrim ini sangat membantu mahasiswa dalam menjalankan kehidupannya sehari hari.

“Besar harapan kami Bareskrim Polri melanjutkan aksi kepedulian ini secara berkelanjutan. Bantuan yang kami terima juga telah membuktikan bahwa Polri  makin dekat dengan masyarakat dan ini harus dipertahankan”

BACA JUGA:   Ketua Umum PW SEMMI Aceh Dalam Diskusi Sejarah Perjuangan Syarikat Islam Di Bogor Jawa Barat

“Atas bantuan sembako dan quota internet yang diberikan melalui PB SEMMI kami ucapkan terima kasih,” kata mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Nadhatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta ini.

Bantuan yang diterima PB SEMMI dari Bareskrim Polri juga disalurkan kepada Pimpinan Pusat Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (PP PERISAI).

Selain itu turut disalurkan ke pihak Satgas Covid19 Syarikat Islam dan masyarakat sekitar asrama atau sekretariat mahasiswa yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Polisi Lakukan Pendataan di Tambora

Polres Metro Jakarta Barat mendata warga rentan miskin dan warga ekonomi miskin terdampak virus corona atau Covid-19.

Kali ini, wilayah Kecamatan Tambora, Jakarta Barat menjadi wilayah pertama yang didata oleh aparat kepolisian.

Dalam pendataan warga miskin dan rentan miskin di Tambora, dilakukan Kapolres Metro Jakarta Barat, Audie S Latuheru bersama jajarannya, Rabu (29/4/2020).

Menurut Audie, yang diutamakan dalam menerima bantuan nanti ialah warga miskin dan rentan miskin yang sama sekali belum mendapatkan bantuan untuk bencana Covid-19.

Hal itu menurutnya sesuai dengan intruksi Kapolri lewat Kapolda Metro Jaya.

“Kami sudah mendapatkan beberapa data masyarakat di wilayah Jakarta Barat yang belum dapatkan bantuan,” kata Audie dihubungi Rabu (29/4/2020).

Di Tambora sendiri tercatat ada 244 KK (kartu keluarga) yang belum menerima bantuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Maka dari itu pihaknya kunjungi langsung rumah-rumah yang belum mendapatkan sembako untuk memberikan bantuan dan mendata para warga tersebut.

“Jadi kami kasih dulu yang ada. Setelahnya kami coba data mereka agar nantinya dilaporkan sehingga mereka bisa mendapatkan bantuan,” jelas Audie.

Selain bantuan sembako, pihaknya juga menyasar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak bencana Covid-19.

Disitu Polres Metro Jakarta Barat memberikan bantuan dana kepada para UMKM khususnya di bidang kuliner agar dapat kembali memasak.

Setelahnya masakan tersebut akan dibagikan kepada warga sekitar untuk berbuka puasa.

“Kami bayar semua dagangan hari ini. Mereka akan masak dan akan dibagi-bagikan ke warga sekitar untuk buka puasa nanti,” tandasnya.

Covid-19 Tambah Orang Miskin Jadi 3,6 Juta, Anies Baswedan Minta Bantuan 129 Pengusaha Multinasional

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak ratusan pengusaha multinasional di wilayah setempat, menanggulangi dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Hal itu dikatakan Anies Baswedan saat menggelar rapat secara virtual dengan 129 pengusaha yang diunggah di akun YouTube Pemprov DK Jakarta, Selasa (28/4/2020).

“Pada masa pandemi saat ini terjadi kontraksi ekonomi, yang berdampak orang miskin yang bertambah menjadi sekitar 3,6 juta.”

“Tantangannya adalah memastikan mereka bisa tetap survive dan mendukung kebutuhan dasar seperti kebutuhan makanan,” kata Anies Baswedan berdasarkan keterangan dari PPID DKI Jakarta.

Untuk mempermudah keterlibatan para pengusaha, kata dia, Pemprov DKI telah memetakan sebaran wilayah yang paling banyak terdampak Covid-19.

Baik aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi melalui laman https://corona.jakarta.go.id/id/kolaborasi-sosial-berskala-besar.

Melalui situs tersebut, nantinya perusahan dapat melihat langsung area mana yang membutuhkan bantuan sosial tersebut.

“Jakarta sudah memetakan daerah-daerah yang bisa dipilih pengusaha untuk menyalurkan bantuannya.”

“Jika nanti Anda (pengusaha) memilih satu area, maka akan muncul informasi berupa jumlah keluarga yang butuh bantuan.”

“Siapa pemimpin RW, dan apa jenis bantuan yang dapat disalurkan,” ungkap Anies Baswedan.

Menurut Anies Baswedan, untuk mempermudah pendistribusian bantuan, pihaknya juga telah membuat peta persebaran warga yang membutuhkan bantuan.

Sebanyak 2.000 RW akan dikategorikan dalam tiga kelompok besar, yaitu kelompok masyarakat yang tinggal di daerah miskin, kelompok yatim piatu, dan komunitas kecil.

“Kami punya 2.000 RW, panti asuhan, asrama sekolah, rumah industri, rumah perawatan penyandang disabilitas, dan juga kelompok-kelompok lain untuk didukung,” jelasnya.

BACA JUGA:   PB SEMMI mengadakan webinar PAM swakarsa untuk apa dan siapa?

Anies Baswedan mengatakan, ide ini muncul agar setiap orang bisa saling mendukung.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat mengurangi masalah ekonomi karena wabah Covid-19.

Kata dia, langkah persuasif yang dilakukan Pemprov DKI tersebut merupakan bentuk balas budi kepada Kota Jakarta yang telah memberikan banyak manfaat bagi warganya.

“Saya panggil semua untuk bayar balik, mari ambil tanggung jawab ini sebagai kehormatan.”

“Dan mari bantu sesama sambil memastikan semuanya selamat.”

“Dengan begitu Jakarta memiliki masyarakat yang kuat, karena kita menjadikan solidaritas sebagai komponen penting untuk keluar dari tantangan,” paparnya.

Sementara, sempat dikabarkan mengalami perlambatan, kasus baru Covid-19 di DKI Jakarta justru naik lagi pada Selasa (28/4/2020).

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta, terdapat penambahan 118 kasus baru Covid-19.

Pada Senin (27/4/2020) lalu ada 3.382 kasus Covid-19, kemudian pada Selasa (28/4/2020) bertambah menjadi 3.950 kasus.

“Dari 3.950 kasus positif, pasien sembuh ada 341 orang.”

“Dan pasien meninggal dunia ada 379 orang,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, Selasa (28/4/2020).

“Kemudian, 2.024 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 1.206 orang melakukan self isolation di rumah.”

“Dan sebanyak 1.636 orang menunggu hasil laboratorium,” tambah Dwi.

Sementara, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 7.233 orang, dengan rincian 7.026 orang sudah selesai dipantau dan 207 orang masih dipantau.

Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat ada 5.499 orang, dengan rincian 4.554 sudah pulang dari perawatan, dan 945 orang masih dirawat.

Ani mewakili Pemprov DKI Jakarta menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu dan berkolaborasi menangani pandemi Covid-19.

Sampai 27 April 2020, terdapat total 115 kolaborator yang telah berpartisipasi.

Mereka berasal dari berbagai lembaga usaha, LSM/OMS, Badan PBB, universitas, kementerian dan setingkat kementerian, serta perorangan.

Bagi masyarakat yang ingin berkolaborasi, dukungan/bantuan yang masih dibutuhkan adalah Alat Pelindung Diri (APD), masker, sarung tangan, disinfektan, dan natura.

“Dukungan dapat langsung disampaikan ke Jakarta Development Collaboration Network (JDCN).”

“Melalui Sekretariat Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, Balai Kota, Blok G Lantai 2.”

“Atau melalui kanal jdcn.jakarta.go.id dan Chat Center di nomor 081196000196 dan 081196000197,” ucapnya.

Data kasus Covid-19 di DKI Jakarta:

1. Tanggal 12 April ada 2.082 kasus (tambah 160 kasus baru)

2. Tanggal 13 April ada 2.242 kasus (tambah 107 kasus baru)

3. Tanggal 14 April ada 2.349 kasus (tambah 98 kasus baru)

4. Tanggal 15 April ada 2.447 kasus (tambah 223 kasus baru)

5. Tanggal 16 April ada 2.679 kasus (tambah 153 kasus baru)

6. Tanggal 17 April ada 2.823 kasus (tambah 101 kasus baru)

7. Tanggal 18 April ada 2.924 kasus (tambah 109 kasus baru)

8. Tanggal 19 April ada 3.033 kasus (tambah 89 kasus baru)

9. Tanggal 20 April ada 3.122 kasus (tambah 157 kasus baru)

10. Tanggal 21 April ada 3.279 kasus (tambah 120 kasus baru)

11. Tanggal 22 April ada 3.399 kasus (tambah 17 kasus baru)

12. Tanggal 23 April ada 3.509 kasus (tambah 99 kasus baru)

13. Tanggal 24 April ada 3.605 kasus (tambah 76 kasus baru)

14. Tanggal 25 April ada 3.681 kasus (tambah 65 kasus baru)

15. Tanggal 26 April ada 3.746 kasus (tambah 86 kasus baru)

16. Tanggal 27 April ada 3.832 kasus (tambah 118 kasus baru)

17. Tanggal 28 April ada 3.950 kasus. (CC/M24/FAF/Wartakotalive.com)

Editor: Panji Baskhara

sumber: wartakota.tribunnews.com

News Feed