by

Inilah Maklumat Pedoman Ibadah dari MUI Banjarnegara

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

TIMESINDONESIA, BANJARNEGARA – Majelis Ulaman Indonesia (MUI) Kabupaten Banjarnegara  mengeluarkan Maklumat Nomor 08/DP-K.1/B-16/III/2020 Tentang pedoman penyelenggaraan ibadah dalam situasi darurat Covid-19 di Kabupaten Banjarnegara.

Ketua Komisi Fatwa MUI, KH M Jauhar Hatta MA menjelaskan, ada beberapa poin berdasarkan hasil rapat pengurus harian komisi fatwa MUI  dengan Ketua Pengurus Cabang Syarikat Islam (SI) Banjarnegara, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Banjarnegara, Kamis (26/3/2020).

Jauhar-Hatta-Hasan-2.jpg

Menurut Hatta , kondisi masyarakat Indonesia khususnya Jawa Tengah saat ini semakin genting dalam perkembangan menghadapi merebaknya wabah Virus Corona (Covid-19), termasuk di Kabupaten Banjarnegara.

Maka MUI Kabupaten Banjarnegara  membuat Maklumat yang isinya, sebagai barikut: Bagi Ta’mir Masjid, para kiai, Ustaz serta umat Islam di wilayah Kabupaten Banjarnegara, khususnya pada daerah-daerah yang menjadi lintasan/persinggahan pendatang dari luar daerah (pemudik) yang disinyalir membawa kemadzaratan jika menyelenggarakan salat Jumat, agar mengganti Ibadah salat Jumat dengan Ibadah salat dhuhur di rumah masing masing. Sampai batas waktu aman dinyatakan oleh pihak berwenang (Pemerintah).

BACA JUGA:   Ketua Bidang Pendidikan Tinggi (Prof. Moh. Taufik Makarao, SH, MH), DPP Syarikat Islam Menjadi Penguji dalam UjianTerbuka Disertasi Doktor Ilmu Hukum atas nama Eko Supriadi di Universitas Islam As-syafi’iyah Jakarta

Kemudian, bagi Ta’mir masjid yang tidak menyelenggarakan salat jumat atau salat rawatib tetap mengumandangkan Adzan dengan mengganti saat membaca lafadz “Hayya ‘alash Shalaah” 2x dengan lafadz “Alaa sholluu fii” buyuutikum” 2 x.

Bagi Takmir Masjid yang berijtihad sendiri bahwa aspek kesehatan dan keselamatan terpenuhi (Kondisi aman dan tidak ada indikasi kemudharatan terpapar Covid-19) di lingkungan tersebut, dapat  menyelenggarakan ibadah salat Jumat dan salat jemaah rawatib di masjid dengan protokoler kesehatan. Khutbah Jumat disampaikan secara singkat padat (memenuhi syarat dan rukun khutbah).

BACA JUGA:   Himbauan Ketua DPC SI Kab. Banjarnegara, H. Musobihin, SAg.,MM berkaitan dengan instruksi Presiden RI tentang virus covid-19

Tidak berjabat tangan selesai salat Jumat dan segera  kembali ke rumah masing-masing untuk melaksanakan salat sunnah di rumah. Di sekitar masjid diupayakan disediakan hand sanitizer, sabun cair dan sarana penunjang lain.

Maklumat ini guna menindaklanjuti Fatwa MUI Pusat No 14 Tahun 2020 dan Tausiyah MUI Provinsi Jawa Tengah tentang Penyelenggaraan Ibadah di Masjid dalam Situasi Darurat Covid-19 tanggal 24 Maret 2020. (*)


Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

sumber: timesindonesia.co.id

News Feed