by

Rencana SMA Negeri di Kalapanunggal Ditolak Sekolah Swasta

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

SUKABUMI — Adanya wacana pembangunan sekolah SMA Negeri di Kecamatan Kalapanunggal mendapatkan sejumlah penolakan oleh sebagian tokoh masyarakat terutama yang bergerak di dunia pendidikan diwilayah tersebut.

Pasalnya ada sekitar delapan sekolah swasta yang berada diwilayah tersebut diantaranya SMK Nuurul Bayan, MA Albashry, SMA Islam Al-BAshry, SMA IT Yanisa, MA Syarikat Islam, MA Darul Ahkam, MA Yaspin dengan daya tampung 1.260 siswa.

Ketika wacana tersebut digulirkan kemungkinan delapan sekolah tersebut akan kekurangan jumlah murid tidak menutup kemungkinan akan mengalami gulung tikar.

Kepala Sekolam SMK Nuurul Bayan Deden Saepudin mengakatan, bahwa penolakan tersebut sangat mendasar pasalnya berdasarkan permendikbud No.36 tahun 2014 Pasal 4 Ayat 1 dan 2.

Kondisi sekolah di Kecamatan Kalapanunggal sudah banyak, dengan ini kami forum komunikasi Kepala Sekolah SLTA se-Kecamatan Kalapanungal dan warga masyarakat kalapanunggal menolak berdirinya SMA Negeri di Kalapanunggal.

“Kami beberapa waktu kemarin sudah datang ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah V dan berkonsultasi sambil menyerahkan surat pernyataan sekolah, hasilnya orang dinas Provinsi Jawa Barat Dr. Nonong Winarni mengatakan tidak ada rencana pembangunan SMA Negeri di Kalanunggal, ada juga di Wilayah Jampang.

BACA JUGA:   5 Fakta Kedekatan Bung Karno dengan Dunia Film

Karena diwilayah tersebut sudah banyak sekolah Swasta berdiri, “terang orang yang juga diketahui sebagai Sekretaris I MUI Kabupaten Sukabumi saat dihubungi radar sukabumi, (06/03).

Selain itu, dinas pendidikan jabar menjelaskan bahwa tidak ada aturan bahwa disetiap kecamatan harus ada sekolah negeri. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak yang sudah lulus bisa melanjutkan sekolah.

Untuk itu dirinya memohon kepada setiap pemangku kebijakan untuk mempertimbangkan hal tersebut dan bersifat netral dalam memutuskan segala sesuatu.

“Karena ada pro dan kontra atau setuju dan tidak, harusnya kami dikumpulkan oleh pihak pemerintah bersama tokoh masyarakat dalam hal ini Camat. Tak hanya itu pihak Camat harus netral dalam menyikapi hal ini, karena tidak semua masyarakat setuju. Kami siap berdiskusi untuk masalah ini, “terangnya.

BACA JUGA:   Daring Di Tengah Pandemi, Tetap Kembangkan Potensi Guru

Sementara itu, dihubungi terpisah Camat Kalapanunggal Arif Solihin menambahkan dengan adanya kasus ini langkah terbaik adalah duduk bersama antara seluruh komponen masyarakat yang terbaik untuk semua.

“Kalau itu yang terbaik untuk semua dan kepentingan bersama bukan kepentingan kelompok atau perorangan maka kami siap memfasilitasi soal ini, “jelas Arif

Menurutnya, menilai selama sekolah-sekolah yang ada memiliki prasarana dan sarana cukup baik penolakan itu sangat masuk akal dan sesuatu yang wajar.

Bahkan dalam waktu dekat dirinya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi untuk memfasilitasi mereka yang menolak dan mendukung pembangunan SMA Negeri di Kalapanunggal.

“Ya kita akan coba berbicara dengan dinas pendidikan, dalam waktu dekat kami akan memanggil semua yang terkait. Untuk waktunya kami tidak bisa memastikan, yang pasti kami akan melakukan mediasi diatara pihak sekolah swasta dan presidium, “tukasnya. (hnd)

sumber: radarsukabumi.com

News Feed