by

Datangi KPAI, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda: Polemik Hamil di Dalam Kolam Harus Dihentikan

Print Friendly, PDF & Email

AKURAT.CO, Aliansi pemuda dan Mahasiswa yang terdiri dari gabungan organisasi, diantaranya PP Perisai, PP Wanita Perisai, LKMI PB HMI, Perempuan Candradimuka, DPP IPTI, PB SEMMI dan PP SEPMI mendatangi kantor KPAI di jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2020).

Kedatanggan Aliansi pemuda dan Mahasiswa tersebut untuk klarifikasi dan bertabayun terkait statemen Sitti hikmawaty yang menyatakan “Perempuan dapat hamil secara tidak langsung di dalam kolam renang”

Harjono koordinator aliansi Pemuda dan Mahasiswa yang juga Sekjen PP Perisai meminta penjelasan secara langsung kepada komisioner KPAI terkait kronologis, Tupoksi KPAI, langkah KPAI dan capaian kerja KPAI selama ini.

Tampak hadir didalam ruangan tersebut Bapak Jasra yang juga merupakan komisioner KPAI.

“Saya rasa, KPAI saat ini harus tetap konsentrasi pada pekerjaan Utamanya, karena ada sekitar 83 juta anak yang diurus dalam pengawasan pemenuhan dan penyelenggaraan hak anak,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Olivia Jensen Dilaporkan ke Polisi Usai Viral Konten Lempar Bendera

Harjono meminta KPAI jangan terjebak pada harus kondisi pelemahan psikologis lembaga dan tetap melakukan komunikasi lintas lembaga dalam perspektif Ketahanan Negara.

“Jangan terjebak pada penyudutan atau pelemahan lembaga sehingga psikologis KPAI terganggu dalam pelaksanaan kinerjanya, karena Anak-anak Indonesia merupakan Aset bangsa Indonesia kedepan dan hal ini merupakan bagian dalam upaya mewujudkan Ketahanan Negara.” Tegas nya.

Terkait pernyataan KPAI yang viral tersebut Harjono menjelaskan bahwa KPAI sudah meminta maaf kepada publik dan mencabut statement tersebut.

Harjono menjelaskan, masyarakat perlu melihat permasalahan yang terjadi ini secara utuh tidak hanya sepenggal kejadian saja dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyetop tindakan pelemahan lembaga KPAI serta menyerukan agar tetap mendukung KPAI untuk terus melakukan perlindungan terhadap anak khususnya dalam kasus narkoba, prostitusi, asap rokok, perdagangan dan eksploitasi Anak.

“Mari kita hentikan pelemahan psikologis lembaga KPAI, mari bersama-sama mendukung dan memberikan semangat agar KPAI tetap bekerja melindungi anak-anak Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA:   SEMMI Bakal Polisikan Dinar Candy karena Berbikini di Trotoar Jalan

Menurut nya ada hikmah di balik semua kejadian ini, karena meskipun kontroversi namun Harjono yakin pasti ada kalangan akademisi yang akan membahas kasus ini lebih komprehensif sesuai dengan keilmuan nya.

“Kami dari kalangan mahasiswa dan pemuda yang mempunyai pemikiran kritis pastinya akan selalu mengkaji keniscayaan-keniscayaan yang ada di dunia, meskipun hal tersebut hampir tidak mungkin terjadi namun ini menjadi hal yang menarik bagi kami.” Ujarnya.

“Kami juga menemukan jurnal ilmiah yang merupakan kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu, bahkan di luar negeri ada ribuan jurnal dengan kualitas scopus, namun di Indonesia sendiri baru satu jurnal yang ada keterkaitan nya dengan hal ini, oleh karena itu menurut kami ini yang akan menjadi pemicu kalangan akademis dan para ilmuwan untuk meneliti lebih lanjut” imbuhnya.[]

sumber: akurat.co

News Feed