Home Ketua Umum SI Hamdan Zoelva : Kehadiran Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam dapat Menjadi Tempat Study Wisata dan Riset Bagi Semua Orang

Hamdan Zoelva : Kehadiran Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam dapat Menjadi Tempat Study Wisata dan Riset Bagi Semua Orang

by admin
1 views

Jakarta, suarasi.com – Pembangunan museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam di Indonesia adalah museum keagamaan yang terbesar di dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Dr. Hamdan Zoelva, saat ikut mendampingi Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), M. Jusuf Kalla dalam acara peletakkan batu pertama (ground breaking) Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam di Pantai Ancol, Jakarta Utara, Rabu (26/2).

“Kita bersyukur mendapat kepercayaan dari Rabithah al-Alam al-Islam sebagai tempat pembangunan museum ini. Dalam museum ini nanti secara lengkap dimuat sejarah nabi, hadist dan buku-buku yang dapat menjadi tempat riset atau penelitian. Lalu, sejarah peradaban Islam di Indonesia, tempat pameran, ruang seminar dan diskusi lengkap dengan seluruh fasilitasnya,” jelas Hamdan.

BACA JUGA:   *Program Salam Radio* Jumat, 3 September 2021 Pukul 06.00 - 06.40 WIB Program Salam Indonesia Bisa

Ia menambahkan bahwa pembangunan museum Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam didukung oleh organisasi masyarakat Islam di Indonesia, termasuk Syarikat Islam.

“Kita berharap ada tempat study wisata yang baru bagi pelajar, mahasiswa dan ummat Islam. Juga nanti museum ini akan menjadi tempat bagi orang-orang yang beragama lain memahami Islam,” ujar Hamdan terhadap museum yang akan dibangun di areal seluas 6 hektare dengan luas bangunan 18.000 meter persegi.

BACA JUGA:   Gugatan Moeldoko ke Menkumham Disidangkan, Demokrat Sebut Bukti yang Diberikan tak Relevan

Selain itu, lanjut Hamdan, dengan kehadiran museum, ummat Islam Indonesia perlu harus mengisi Indonesia dengan ketinggian budaya Islam yang menjadi contoh kemajuan peradaban Islam, dan Indonesia memiliki segala potensi dan sumber daya untuk itu.

Untuk diketahui, proses pembangunan museum melibatkan banyak pihak, yakni Dewan Masjid Indonesia (DMI), Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Rabithah al-Alam al-Islami atau Liga Dunia Islam, Yayasan Waqaf as-Salam Makkah al-Mukarramah, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, dan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

sumber: suarasi.com

You may also like

Open chat
Punya Berita Seputar Syarikat Islam? Kirim melalui link ini