by

Ucapan Pramono Anung Melukai Warga Kediri

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

RadarKotaNews, Kediri – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Kediri menyesalkan tindakan dan pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung yang melarang Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo tidak mengunjungi Kediri Jawa Timur, karena dianggap bisa bernasib seperti Presiden ke 4 Abdurahman Wahid atau Gusdur.

“Masyarakat Kediri tidak pernah menurunkan Gusdur dan berniat menurunkan bapak Jokowi sebagai Presiden, bahkan sewaktu pilpres 2019 mayoritas masyarakat Kediri memilih pasangan Jokowi-Maruf Amin. Jadi, ucapan Pramono Anung sangat melukai hati kami warga Kediri,” sesal Ketua Umum SEMMI Kediri, Mardianto, di Kediri, Minggu (16/2).

Mardianto menuturkan Diera revolusi industri yang sudah mencapai 5.0 saat ini, seharusnya sikap dan pola pikir pejabat pemerintahan berlaku rasional dan akademik serta tidak percaya mitos dan ini bisa menunjukan kemunduran bagi negara kita.

BACA JUGA:   PW SEMMI Jakarta Raya mengadakan musyawarah wilayah

“Tidak ada pengecualian, Bapak Presiden Joko Widodo merupakan pemimpin bagi segenap masyarakat Indonesia di provinsi dan kabupaten/kota manapun. Jangan berlaku diskriminatif terhadap kota Kediri dan menyakiti hati masyarakat Kediri. Kami mendesak Pramono Anung untuk meminta maaf secara terbuka jika tidak, kami akan melakukan konsolidasi secara serentak khususnya bagi masyarakat Kediri di Jakarta untuk menyuarakan aspirasi menolak diskriminasi,” tegasnya.

Lebih lanjut mahasiswa Kediri ini meminta presiden Jokowi untuk melakukan evaluasi bagi para menteri dan pembantu pemerintahan seluruhnya, khususnya yang melakukan tindakan diskriminatif, karena bisa mengakibatkan disintegrasi kebangsaan dan kegaduhan yang lebih mendalam.

BACA JUGA:   PW SEMMI Sulawesi Selatan mengadakan webinar: Pilkada lanjut atau ditunda?

“Kami meminta presiden mengganti menteri yang melakukan diskriminasi dalam waktu secepatnya serta melakukan evaluasi bagi seluruh menteri dan pembantunya didalam pemerintahan untuk tidak berlaku Diskriminatif terhadap warga negara Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal pengurus besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), Saputra Adhi Lesmana akan merapatkan organisasinya untuk melakukan protes ke sekretaris kabinet di Jakarta

“Sementara kita akan konsolidasi kan terlebih dahulu permintaan dari cabang Kediri untuk PB SEMMI mengambil sikap dan menyuarakan aspirasi terkait tindakan Diskriminasi yang dilakukan Seskab Pramono Anung,” ujarnya di Jakarta, Minggu (16/2).(fy)

sumber: radarkotanews.com

News Feed