by

Doa Kemanusiaan dan Solidaritas untuk Wuhan

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

RadarKotaNews, Jakarta – Semua manusia pasti tidak menginginkan terjadinya wabah penyakit. Termasuk saat virus Corona yang melanda kota Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) telah menjadi semacam endemik yang telah menjangkiti puluhan ribu rakyat di seluruh dunia serta membunuh ribuan orang lainnya. Bahkan wabah penyakit tersebut telah menjangkiti warga di beberapa negara, seperti Singapura, Vietnam, Hongkong, Thailand, Jepang, dan negara lainnya.

Menurut sumber dari Kompas yang diupdate dari data South China Morning Post tanggal 11 Februari 2020, sebanyak 1.018 orang telah meninggal dunia dan sebanyak 42.763 orang terinfeksi virus Corona di seluruh dunia.

Selain itu, untuk pertama kalinya sejak merebak pada Desember 2019, ada lebih dari 100 orang meninggal dalam sehari karena virus yang kasus pertama terjadi di kota Wuhan ini.

Akibat virus Corona, Pemerintah RRT telah mengisolasi puluhan kota sebagai bagian dari tindakan karantina, menempatkan larangan bepergian pada hampir 10 juta warga negara Tiongkok di beberapa provinsi.

Sementara itu, Uni Eropa juga mempertimbangkan langkah-langkah yang lebih agresif dalam menghadapi penyebaran virus Corona ini. Akibat virus yang mematikan itu, sejumlah negara di Eropa telah menghentikan seluruh penerbangan dari RRT dan mendesak warga untuk tidak berpergian ke RRT. Di antara negara-negara yang memberlakukan larangan itu adalah Finlandia, Prancis, dan Italia.

Meskipun di Indonesia belum ada warga yang positif terkena virus Corona, namun pemerintah telah melakukan langkah antisipasi, termasuk pelarangan impor barang dari RRT.

Hal tersebut akan berdampak kepada perekonomian nasional. Akses yang terbatas dari dan ke RRT juga telah berdampak luas kepada perekonomian secara global.

BACA JUGA:   SEMMI Palopo Mulai Bergerak, Imam Paduli Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum

Menanggapi kasus yang terjadi, sebagai bagian dari umat manusia, sekaligus bertepatan dengan momentum perayaan 70 tahun hubungan diplomatik RI dan RRT, maka perlu kiranya kami organisasi yang berlatar belakang agama, suku serta ras yang berbeda di Indonesia untuk memberikan solidaritas kepada saudara-saudara kita, terkhusus di kota Wuhan atau RRT secara umum untuk menghadapi musibah virus Corona.

Sebagai bangsa religius yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan mengejawantahkan politik luar negeri bebas-aktif yang termaktub dala Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, maka rakyat Indonesia wajib turut serta dalam memberikan dukungan, baik moril atau materil kepada semua negara di dunia yang sedang mengalami krisis dan mendapat perhatian khusus dari seluruh dunia supaya virus Corona tidak menyebar keseluruh dunia, termasuk Indonesia.

Oleh karena itu, kami dari Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), Pimpinan Pusat Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PP PERISAI), Mahasiswa Pancasila (MAPANCAS), Generasi Muda Khonghucu Indonesia (GEMAKU), dan Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) terpanggil untuk melakukan aksi kemanusiaan berupa dukungan moril secara langsung kepada RRT.

Konferensi pers yang kami lakukan saat ini merupakan bagian dari berbagai kegiatan dukungan dan solidaritas untuk Wuhan yang kami lakukan. Sebelumnya kami telah melakukan kegiatan pada saat hari bebas kendaraan bermotor (car free day), Minggu, 9 Februari lalu, yakni dengan membagikan bunga mawar kepada masyarakat serta poster ucapan belasungkawa sebagai bentuk dukungan moril kepada kota Wuhan dan RRT dalam upaya melawan virus Corona yang telah meresahkan warga dunia, termasuk Indonesia.

BACA JUGA:   LBH PB SEMMI Melaporkan Airlangga Hartarto Yang Menuding Demo Tolak Omnibus

Selain itu, kami menggalang petisi dengan membubuhkan tanda tangan dari masyarakat diatas spanduk yang dibentangkan didepan Bunderan Hotel Indonesia, melakukan longmarc sambil berorasi ke kantor perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jakarta. Upaya tersebut kami lakukan sebagai bentuk dukungan moril kepada PBB dan dunia internasional untuk segera mengatasi krisis virus Corona ini dengan cepat.

Aksi terakhir akan kami lakukan yaitu Doa bersama dengan tema “Doa Kemanusiaan untuk Wuhan” pada hari Rabu (12 Februari 2020) di Rumah Kebangsaan HOS Tjokroaminoto, Jl. Taman Amir Hamzah No. 2, Menteng, Jakarta Pusat yang melibatkan komponen masyarakat dari berbagai agama, suku, ras dan organisasi lainnya.

Setelah melakukan kajian dan diskusi sembari terus memantau perkembangan terbaru dari kasus virus Corona, maka pada kesempatan ini, kami dari panitia bersama “Doa Kemanusiaan dan Solidaritas untuk Wuhan” memiliki lima sikap terkait virus Corona, yaitu :

Pertama, Dukungan dan Doa agar Negara Kesatuan Republik Indonesia terhindar dari penyebaran virus Corona

Kedua, Dukungan dan Doa Kemanusiaan untuk para korban virus Corona

Ketiga, Dukungan dan Doa untuk negara RRT agar dapat mengatasi masalah musibah virus Corona

Keempat, Dukungan dan Doa agar Indonesia tetap menjaga keberagaman, dan terbebas dari diskriminasi, rasisme, serta disintegrasi bangsa

Kelima, Dukungan dan Doa agar RRT dan internasional dapat menemukan vaksin
Antivirus Corona

Jakarta, 12 Februari 2020

Chandra Halim
Ketum PP PERISAI

Kristan
Ketum DPP GEMAKU

Medi Sumaedi
Ketum MAPANCAS

Ardy Susanto
Ketum DPP IPTI

Bintang Wahyu Saputra
Ketum PB SEMMI

sumber: radarkotanews.com

News Feed