by

Tokoh SI Jatim Sikapi Pernyataan Kepala BPIP

Print Friendly, PDF & Email

MELURUSKAN PEMIKIRAN KETUA BPIP TENTANG PANCASILA.
Sungguh mengejutkan penyataan ketua BPIP di Media detik
Yang pertama tentang NU dan Muhammadyah yang baru mendukung Ideologi Pancasila tahun 1980 an ,pernyataan ini saya anggap  al Historis rupanya ketua BPIP tidak paham sejarah perumusan Pancasila dan yang sangat mengagetkan justru pernyataan  Pancasila menjadi musuh agama .
Pikiran menghadap-hadap kan Pancasila dengan agama   mungkin ketua BPIP sudah termakan oleh pikiran Nasyarudin Joha (Nasjo) tokoh samaran yang muncul di medsos mewakili kelompok HTI  yang perna saya lawan pemikiran yang ngak benar itu ,rupa nya ketua BPIP justru sangat sesat dan berbahaya kalau menghadapkan Pancasila dan Agama .
Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan disuntikan pada melenial yang kata nya 125 juta itu kalau pemahaman Pancasila nya keliru.apa Pancasila mau di sekulerkan ?
Pernyataan NU dan Muhammadyah baru menerima Pancasila tahun 1980 adalah pernyataan yang keliru dan menghilangkan peran NU dan Muhammadyah yang ikut merumuskan Pancasila yang ada di pembukaan UUD1945 ,logika apa yang dipakai ketua BPIP itu kalau kedua ormas Islam itu ikut merumuskan Pancasila .
Didalam panitya sembilan yang bertugas merumuskan Pancasila yang dipidatokan Bung Karno ada dua kelompok satu kaum Nasionalis dan satu lagi kaum Islam ini sejarah ngak bisa dihapus ada KH Wahid Hasym di panitya 9 itu ketua NU ,ada Ki Bagus Hadi Kusumo anggota BPUKPI yang merubah sila pertama “Ketuhanan dengan menjalankan syareat Islam bagi pemeluk-pemeluk nya ,menurut kemanusiaan yang adil dan beradap.”‘ Menjadi Ke Tuhanan Yang Maha Esa “
KiBagus Hadi Kusumo itu Ketua Muhammadyah ,jadi aneh kalau Muhammadyah dan NU mendukung Pancasila tahun 1980 justru kedua ormas tersebut ditambah Syareat Islam.yang membidani perumusan. Pancasila .
Rupa nya ketua BPIP mau memutar balikan fakta Pancasila itu tidak mungkin disekulerkan sebab Pancasila itu dasar nya Ke Tuhanan Yang Maha Esa.dan tentu saja kepercayaan terhadap Ke Tuhanan Yang Maha Esa itu sudah menjadi kehidupan berbangsa sejak dulu kala bangsa ini bertuhan .
Persoalan nya akan menjadi salah ketika Ke Tuhanan Yang Maha Esa di tafsir Tuhan nya agama ini agama itu sehingga terjadi perdebatan maka kalau ada pernyataan Pancasila musuh Agama adalah sesat pikir terhadap frasa kata Ke Tuhanan yang diangap bicara dzat Tuhan .sehingga muncul pikiran Tuhan Agama itu dan agama ini .
Padahal yang dimaksud dari frasa Kata Ke Tuhan an  itu jika Tuhan di beri awalan Ke dan akhiran an maka Tuhan tadi menjadi kata sifat yang dimaksud adalah sifat -sifat Tuhan .
Apa sifat Tuhan itu contoh Tuhan Maha pengasih dan penyayang maka semua agama sepakat Tuhan nya maha pengasih dan penyang .apa ada agama yang Tuhan nya tidak Maha Pengasih dan Penyayang ? Oleh sebab itu aplikasi sifat Tuhan itu didalam Pembukaam UUD 1945 dijadika misi narasi nya ” membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia ” jadi pemerintah yang diinginkan.oleh pembukaan UUD 1945 mempunyai Kasih sayang terhadap bangsa nya dengan melindungi segenap bangsa melindungi tanah air jadi tidak boleh mengusur semenah -menah itu tindakan bertentangan dengan Ke Tuhanan Yang Maha Esa.
Soal Agama sudah jelas Ideologi Pancasila mengatur di Pasal 29 UUD 1945
Tentang Kebebasan Beragama Pasal 29
(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing- masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya.
Jadi sudah sangat jelas setiap agama menjalankan kemerdekaan beragama .
Sekarang kan persoalanya penguasa ingin intervensi pada agama ,misal jumatan di awasi ,kotba diawasi ,selalu Islam menjadi sasaran tembak ,padahal negara Pancasila ini menjalankan syariah Islam sej s k Pancasila dijadikan dasar negara.
Syariah tentang pendidikan pendidikan mulai TPQ Sampai perguruan tinggi berdasarkan syariah ada di negeri ini .
Persoalan muamala perkawinan ,perceraian ,bagi waris ,waqof ada pengadilan Agama .
Persoalan Ibadah pemerintah turut campur mengurysi Ibadah Haji ,umroh ,hari besar Islam .
Soal ekonomi syariah telah berkembang jeuabgan syariah ,bank syariah
Jadi ngak boleh pemerintah anti Syariah itu sebab memang peran mendirikan negara umat Islam justru terdepan dan menjadi motor nya termasuk TNI kalau tidak ada Hizbul waton ,dan perjuangan umat yang di pimpin  Seorang Ustad Jendral Soedirman sebagai bapak nya TNI tentu semua ini sejarah yang tidak bisa dinafikan terlalu besar jasa umat Islam terhadap negeri ini .termasuk resolusi jahad 10 Nopember puluhan ribu umat Islam menjadi suhadah mempertahankan NKRI itu nyata bukan dongeng peran bung Tomo.dengan pekikan Allahuakbar itu nyata bukan Ilusi .
Jadi penyataan ketua BPIP itu perrlu diluruskan sebab kalau kita ikuti pemikiran nya itu bagian dari mensekulerkan Pancasila.,Pengkhianatan Pancasila itu dimulai dari amandemen UUD 1945 dan BPIP bagian dari alat untuk mensekulerkan Pancasila .sudah jelas maka harus dilawan sebab kalau BPIP itu Badan Pembinaan Indologi Pancasila maka tugas utama nya harus nya mengembalikan Ideologi Pancasila
Bicara Ideologi Pancasila tidak akan lepas dari.batang tubuh UUD 1945 asli,sebab batang tubuh UUD 1945 asli itulah Ideologi  Pancasila .
Jadi bohong besar jika bicara Ideologi  Pancasila tidak kembali pada UUD1945 asli.
Bisa jadi Presiden Jokowi salah pilih ketua BPIP atau mungkin bagian grand desain mensekulerkan Pancasila.
Pikiran ketua BPIP tidak beda dengan pikiran  Nasjo yang mengadu Agama dengan Pancasila cuma Nasjo di kutup Agama dan ketua BPIP di kutup Pancasila.
Dan hal ini sama saja tidak benar nya dan sebab Pancasila itu tidak  bertentangan dengan agama justru nilai-nilai Pancasila integral dengan Agama .
@prihandoyo kuswanton
Ketua rumah Pancasila.
sumber: jurnalpubliksi.blogspot.com
BACA JUGA:   Kader Syarikat Islam Banjarnegara Diharapkan Jadi Kader Militan

News Feed