by

Buka Sekolah Politik Kebangsaan HOS Tjokroaminoto, Hamdan Zoelva : Jadilah Negarawan!

Print Friendly, PDF & Email

Jakarta, suarasi.com – Ada tiga cara berpikir seseorang, yakni cara berpikir birokrat, politisi dan negarawan. Birokrat adalah bagaimana cara menghabiskan uang yang sudah dianggarkan dalam setahun, politisi yakni cara berpikir yang mengedepankan bagaimana nanti akan terpilih kembali untuk lima tahun berikutnya alias lima tahunan, dan yang terakhir cara berpikir negarawan ialah memikirkan dan berbuat untuk kemajuan bangsa dan negara kedepan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Dr. Hamdan Zoelva, saat membuka Sekolah Politik Kebangsaan HOS Tjokroaminoto yang diselenggarakan oleh Tjokroaminoto Institute di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Jalan Proklamasi Nomor 53, Pengangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2).

Ia mengatakan dengan kehadiran Sekolah Politik Kebangsaan HOS Tjokroaminoto diharapkan para lulusannya mampu menjadi negarawan, seperti halnya sosok Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto yang diberi julukan ‘Raja Jawa Tanpa Mahkota’ oleh pemerintah kolonial Belanda dan dikalangan keluarga Syarikat Islam diberi gelar ‘Jang Oetama’.

BACA JUGA:   Anies Baswedan Dikenakan UU Kekarantinaan, Mantan Ketua MK: Salah Pasal, Karantina Beda dengan PSBB

“Bukti dari sikap negarawan HOS Tjokroaminoto adalah dengan melahirkan banyak murid yang kemudian menjadi founding father bagi bangsa ini, seperti Soekarno,” ujarnya.

Menurut Hamdan, pemikiran Soekarno tentang kebangsaan dan keindonesiaan sangat dipengaruhi oleh pemikiran HOS Tjokroaminoto yang ketika itu Soekarno kecil digembleng oleh HOS Tjokroaminoto di Rumah Peneleh, Surabaya, saat berusia 15 tahun.

“Jadi, pemikiran radikal yang muncul dari Soekarno untuk memerdekakan bangsa dan negara Indonesia sangat dipengaruhi oleh pemikiran HOS Tjokroaminoto, termasuk konsep Pancasila yang dibawa oleh Soekarno yang akhirnya menjadi dasar negara hingga saar ini,” jelasnya.

BACA JUGA:   Bisakah Anies Dipidana? Begini Penjelasan Eks Ketua MK Hamdan Zoelva

Sedangkan, jika melihat kondisi kebangsaan hari ini, lanjut Hamdan, kita memerlukan pemikiran-pemikiran negarawan untuk tetap mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara ditengah ideologi kapitalisme yang merongrong. Padahal, sejatinya inti dari Pancasila adalah Gotong Royong, yang berasal dari sikap kebersamaan dan persatuan, bukan sikap individualistik yang akhirnya melahirkan ideologi kapitalisme.

“Oleh karena itu, saya sangat berharap agar peserta Sekolah Politik Kebangsaan HOS Tjokroaminoto mampu menjadi Tjokroaminoto-Tjokroaminoto berikutnya dengan konsep negarawan yang bisa terus menebarkan virus kebangsaan bagi masyarakat dimanapun berada. Selalu tetap berpegang teguh pada ideologi yang dikembangkan oleh HOS Tjokroaminoto,” tutupnya dihadapan 32 orang peserta dari berbagai latar belakang suku, agama dan perwakilan organisasi kemahasiswaan serta kepemudaan.

sumber: suarasi.com

News Feed