by

Sandi: Saudagar Batik Laweyan Punya Peran dalam Kemerdekaan Indonesia

Print Friendly, PDF & Email

Pewarta:  | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, SOLO – Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga S. Uno (Sandi) mengatakan bahwa pengrajin dan Saudagar Batik Laweyan sangat berperan dalam memerdekakan negara Indonesia dengan berjuang di jalur dunia perdagangan melalui ‘Syarikat Dagang Islam’.

Sebelum berpidato, Sandi diminta menjajal canting yang biasa digunakan untuk membatik. Dia lalu menuliskan namanya di atas kain putih.

“Ini pengrajin saudagar batik kita memulai dengan Serikat Dagang Islam di Laweyan. Ini menunjukkan sangat berperan dalam kemerdekaan Indonesia. Kita juga harus hadirkan Indonesia adil dan makmur dari Laweyan,” ujarnya di Kampung Batik Laweyan, Solo yang merupakan titik ke 1122 yang di kunjunginya, Selasa (5/2/2019).

Pada Abad ke 19, perekonomian Bumiputera dalam kondisi tragis. Hal itu disebabkan karena krisis global yang terus menerus terjadi. Ketika itu, para pedagang dari golongan China juga terus menerus mengonsolidasikan posisi ekonomi dan mendapat keuntungan ekonomi yang besar.

Awal Abad ke-20, pedagang asing, baik Cina maupun Arab terus mengalami peningkatan pesat baik pada bidang produksi, industri maupun pengangkutan. Sebab, pemerintah kolonial memberikan perlindungan kepada para pedagang asing tersebut sehingga membuat mereka bisa bergerak dengan leluasa dalam bidang perekonomian.

BACA JUGA:   Sejarah dan Rekam Jejak MUI 5 Tahun di Politik Nasional

Namun, sebaliknya para pedagang lokal mengalami penurunan karena adanya monopoli perdagangan antara pemerintah dan pengusaha asing. Dalam kondisi tersebut, masyarakat bumiputera banyak mengalami ketertindasan, kebangkrutan dan susah untuk bersaing dalam perdagangan.

Melihat kondisi tersebut, salah satu pedagang batik dari Laweyan, Haji Samanhudi, membentuk perlawanan dengan mendirikan Organisasi Sarekat Dagang Islam pada tanggal 16 Sya’ban 1323, Senin Legi, 16 Oktober 1905 di Surakarta.

Tujuan utama dibentuknya Sarekat Dagang Islam yakni untuk memperkuat usaha dalam menghadapi para pedagang China. Selain itu, juga dimaksudkan untuk menghadapi persaingan dagang dengan orang China dan sikap superioritas mereka terhadap bumiputera.

Sarekat Dagang Islam juga sebagai perlawanan terhadap kecurangan dan penindasan yang dilakukan pihak pegawai bumiputera dan Eropa. Setelah Sarekat Dagang Islam berdiri, H. Samanhudi akhirnya mampu menembus permainan pemerintah Belanda.

BACA JUGA:   M. Tabrani, Ketua Kongres Pemuda Pertama dan Penggagas Bahasa Indonesia, Ternyata Orang Madura

Dia memotong banyak jalan perdagangan. Dia langsung berhubungan dengan para importir Eropa dan tidak lagi melalui perantara orang China seperti membeli bahan baku Batik dari orang-orang China.

Meski demikian, jalinan silaturahmi dengan pengusaha Cina tetap berlangsung dengan baik, Sarekat Dagang Islam bahkan membangun kerja sama dengan pengusaha China, Kong Sing tahun 1911 Masehi.

Pada kesempatan itu, Sandiaga juga mengomentari banyaknya spanduk dari pasangan duet Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan bendera dari partai pendukung paslon nomor urut 01.

“Alhamdulillah yang menyambut kami bukan hanya partai pendukung, tapi juga tim sebelah. Kita sebagai umat muslim harus berprasangka baik betul. Terima kasih atas sambutan yang luar biasa, jadi penuh warna,” ucap Sandi.

Sandi yang ditemani Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) sekaligus juru Bicara Pemenangan Nadional (BPN) Ferry Juliantono, berada di Kampung Batik Laweyan sekitar satu jam untuk melanjutkan perjalanan menyerap aspirasi masyarakat ke Kabupaten Ngawi. (*)


Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

sumber: timesindonesia.co.id

News Feed