by

PINTU GERBANG DEMOKRASI, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara

Print Friendly, PDF & Email

MANADO- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar seminar nasional dengan menghadirkan narasumber-narasumber sangat berpengalaman yakni, akademisi Donald Rumokoy, Nur Hidayat Sardini, Valina Singka Subekti, Budayawan Bodewyn Talumewo dan Komisioner KPU Sulut Salman Saelangi dengan moderator Susan Palilingan, di Hotel Arya Duta Manado, Kamis (30/1/2020).

Seminar dengan tema “Tagline Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulut Tahun 2020”. Kegiatan dihadiri sejumlah akademisi, budayawan, mahasiswa-mahasiswi dan tamu undangan lainnya.

Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh mengatakan, sebagai catatan histori tentu sebagai masyarakat Sulut tidak boleh kita lupa. Bahwa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur secara langsung pertama di Indonesia itu diselenggarakan di Provinis Sulut. Dibawa pimpinan Prof Donald Rumokoy sebagai Ketua KPU Sulut saat itu.

“Saya ingat betul Pilkada pada 20 Juni 2005,” tegas dia, saaat membawakan sambutan.

Diakhir sesi seminar, Komisioner KPU Sulut Salman Saelangi mengatakan, diperlukan tagline ajakan untuk menggunakan hak pilih dalam bahasa yang familiar sehingga muda dimengerti dan diingat. Diperlukan Maskot dengan melihat Filosopi Mahluk Hidup yang ada di Sulut.

“Tagline pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Sulut Tahun 2020, Pintu Gerbang Demokrasi,” tegas dia.

Dia menjelaskan, fakta sejarah periode demokrasi di Minahasa yakni periode watu Pinawetengan 670/1000, periode tradisional/Malesung/Minahasa 1428, periode tradisonal Minahasa masa Kolonial 1824, Periode Otonomisasi Minahasa Masa Kolonial 1919.

“Yang paling mendasar adalah Pemilihan hukum tua tahun 1854 dan Staatsblad NO 64 Tahun 1919 tentang Menetapkan sebuah Dewan Setempat untuk Minahasa,” jelas Saelangi.

Dia menambahkan, faktor penunjang demokrasi langsung di Sulut mula-mula tradisi kenyakinan pada daerah daratan Minahasa, Bolmong Raya.

“Masyarakat Minahasa Melengrut (Bisa membaca) maka dari itu pemerintah menetapan sebagai sala satu daerah pemilihan Tradisi Nusra masuk dalam wilayah Sangihe, Sitaro dan Talaud,” tambah ketua divisi Parmas KPU Sulut itu. (valentino warouw)

sumber: sindomanado.com

News Feed