by

Tangkal Virus Corona, PB SEMMI Harap Pemerintah Batasi Akses dengan China

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) mendesak pemerintah melakukan pembatasan kegiatan dengan negara China, khususnya yang berhubungan dengan bahan pokok atau konsumsi, mengingat sedang terjadi penyebaran virus mematikan coronavirus yang telah menyebabkan puluhan masyarakat Wuhan China meninggal dan ratusan lainnya terjangkit.

Travel warning dan import bahan pokok atau makanan harus dilakukan saat ini dengan cepat. Sebagai bentuk pencegahan masuknya virus Corona ke Indonesia, kami mendesak dengan sangat ketegasan pemerintah melindungi bangsa dan negara ini dari keganasan virus yang menyebabkan ratusan orang terjangkit dan puluhan orang meninggal kurang dari 3 bulan,” tegas Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra di Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

BACA JUGA:   Muhammad Senanatha (Ketua Umum SEMMI Jakarta Pusat) menjadi pembicara webinar serikat mahasiswa betawi indonesia

Ia meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan koordinasi dengan pihak PT Angkasa Pura, guna melakukan pengecekan kesehatan di setiap bandara di Indonesia khususnya bandara Soekarno Hatta, untuk mencegah masuknya virus Corona ke Indonesia.

“Bukan hanya turis namun warga negara Indonesia yang pergi ke China ketika pulang harus dicek kesehatannya di bandara sebelum mereka melanjutkan aktivitasnya,” tuturnya.

“Kedutaan besar China juga harus dipastikan steril dari virus ini. Kami minta Kemenkes juga untuk mengecek seluruh pekerja ataupun duta besar China di Indonesia jika mereka mau keluar dan beraktivitas di Indonesia,” tambahnya.

BACA JUGA:   LBH PB SEMMI Melaporkan Airlangga Hartarto Yang Menuding Demo Tolak Omnibus

Bintang lebih lanjut akan mendatangi Kementerian terkait jika tidak melakukan apa yang menjadi tuntutannya.

“Kami mendesak begini bukan buat siapa-siapa, ini demi Indonesia. Karena kami takut sekali virus itu masuk ke Indonesia dan kita terjangkit virus mematikan tersebut,” tutup Bintang.

Diketahui sebelumnya penyebaran virus corona yang dimulai dari kota Wuhan di China membuat dunia khawatir. Terlebih virus yang disebut mirip Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) ini sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China, Selain itu, virus corona diketahui juga sudah menyebar ke 12 negara lainnya.

sumber: inisiatifnews.com

News Feed