by

SEMMI Jakarta Pusat dan PERISAI DKI Jakarta Gelar FGD Bertajuk Reklame Membunuhku

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Jakarta, suarasi.com – Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Jakarta Pusat bersama Pimpinan Wilayah Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (PERISAI) DKI Jakarta membuat Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Reklame Membunuhku’ di Rumah Kebangsaan HOS Tjokroaminoto Jl. Taman Amir Hamzah No2, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/1).

FGD ini dilaksanakan karena melihat adanya dugaan permainan dalam penyelenggaraan Reklame yang mengakibatkan kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) DKI Jakarta dan telah menelan jatuhnya korban jiwa juga dihadiri oleh perwakilan Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan Perwakilan Satpol PP DKI Jakarta, Luhut Purba.

Sebelum FGD, Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), Bintang Wahyu Saputra membacakan Prolog FGD dengan menyebutkan ucapan terima kasih kepada para narasumber yang telah hadir dan telah bersedia memberikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan undang undang transparansi publik dan keterbukaan publik.

“Berdasarkan temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan pada tahun 2017, ada kejanggalan sebesar 50 Miliar rupiah terkait penyelenggaraan reklame. Hal itu juga terus ditemukan hingga tahun 2019 lalu. Hari ini tahun 2020 kami tidak mau terjadi potensi kehilangan pendapatan asli daerah kembali dan untuk itu BPK, KPK, Kejati Dan Polda Metro Jaya harus mengaudit dan melakukan penyelidikan atas dugaan ini karena negara atau daerah dirugikan ratusan miliar atas kebocoran ini, hal itu semakin kuat dengan adanya investigasi yang dilakukan inspektorat terkait reklame di titik terlarang atau kendali ketat ditahun 2019 dan maraknya reklame ilegal hingga saat ini,” tegas Bintang.

BACA JUGA:   PW SEMMI Jakarta Raya mengadakan musyawarah wilayah

Bintang mengatakan penyelenggaraan FGD ini merupakan suatu rentetan kegiatan SEMMI Jakarta Pusat dan PERISAI DKI Jakarta yang akan berujung kepada rekomendasi hasil diskusi dan kajian yang akan diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta sebagai upaya mahasiswa dan pemuda mengawal kebijakan dan pelaksanaan pembangunan DKI Jakarta menuju ibu kota yang maju, bersih dan transparan serta demokratis.

“Sebelum FGD ini dilaksanakan, kami telah membuat diskusi dan aksi demonstrasi didepan Balaikota DKI Jakarta, dan kami akan kembali menyuarakan aspirasi didepan kantor Gubernur pada Jumat mendatang sekaligus memberikan hasil FGD sebagai rekomendasi kepada Gubernur DKI Jakarta,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Ketua Umum PW PERISAI DKI Jakarta, Fikrie Firdauzi menuturkan kejadian jatuhnya reklame di Jakarta Barat yang mengakibatkan korban jiwa harus mendapatkan perhatian khusus dari Polda Metro Jaya selaku aparat penegak hukum. Hal itu dikarenakan adanya dugaan kelalaian atau pembiaran yang dilakukan dinas terkait sehingga reklame ilegal dapat berdiri lama walau tidak membayar pajak.

BACA JUGA:   LBH PB SEMMI : Kami akan buka Ruang Hukum agar Airlangga Membuktikan Pernyataan Aksi Demo Dibiayai Pihak Tertentu

“Praduga tak bersalah saya ini bisa terkena pidana jika terbukti adanya kelalaian ataupun pembiaran dari pelaksana atau penyelenggara reklame (dinas terkait), kok bisa 2 tahun berdiri tanpa bayar pajak atau ilegal itu waktu yang cukup lama, kami meminta polri memeriksa dinas terkait,” ujarnya.

Sepakat dengan Fikrie, Ketua Umum SEMMI Jakarta Pusat, Senanatha mengatakan akan mendatangi dan membuat laporan dugaan adanya pembiaran dan atau kelalaian yang dilakukan oknum pejabat terkait yang mengakibatkan kebocoran PAD DKI Jakarta serta jatuhnya korban jiwa atas robohnya reklame di Jakarta Barat.

“Hasil FGD ini akan kami laporkan ke KPK,BPK,POLRI, dan Kejagung serta Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta untuk ditindaklanjuti. Kami akan mengawal ini sampai seluruh oknum pejabat di pemprov DKI Jakarta di bersihkan, karena mungkin bapak Anies Baswedan tidak tau hal ini dalam memimpin ibu kota DKI Jakarta,” tutupnya.

sumber: suarasi.com

News Feed