by

PB Semmi Sebut Lambang Banteng Soekarnois dari HOS Tjokroaminoto

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

KETUA Bidang Kemahasiswaan dan kepemudaan PB SEMMI (Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia)  meminta Elemen Lain Tak Jual Isu Kebhinekaan sebab kebhinekaan sudah terbukti terwujud dan berhenti pembelahan ekstrim antar elemen Bangsa. Ia menghimbau agar seluruh kekuatan Kaum nasionalis maupun kaum Islamis fokus untuk mengawal isu-isu keadilan dan terwujudnya dua visi Capres yang kini berkoalisi dalam satu pemerintahan. Ia meminta agar Bangsa ini kembali menjaga persatuan dan fokus gotong royong pada cita-cita kemerdekaan hakiki yang digariskan oleh Bapak Bangsa HOS Tjokroaminoto dan Ir. SOEKARNO Yang notabene seorang kader sebuah organisasi yang nasionalis dan religius sebagai organisasi pertama di republik ini.

 Tercetusnya kata Banteng karena itu adalah lambang perjuangan yang dicetuskan oleh pendiri Bangsa HOS Tjokroaminoto dan kadernya yaitu Soekarno. “Kita tak boleh nervous dengan lambang banteng seolah-olah hanya milik kaum marhaenis atau juga kaum merah toh nyata nyata lambang ini dibuat oleh Tokoh Syarikat Islam HOS Tjokroaminoto dalam lambang buletin Sarekat Islam yaitu Bendera Islam, Toh di PDIP Juga banyak politisi bernafas Islam, atau diistilahkan PDIP Syariah” ujar Abdullah Amas saat ditemui di Rumah Dialektika Kebangsaan HOS Tjokroaminoto 

Amas mencatat Prabowo punya visi pertahanan, energi dan pangan yang baik, sedang Jokowi punya program pembangunan manusia, insfrastruktur, tentu kalau jadi berkolaborasi akan terwujud Indonesia Raya, Indonesia yang menjadi MEGA dan berwibawa dihadapan negara-negara lain. Indonesia yang naik level konstribusinya bagi terwujudnya Patnership Global, menjadi match maker dalam dinamika global yang kini mulai terancam karena perang dingin Amerika vs Turki dan meledaknya Perang Sunni-Syiah di Asia dan Afrika

sumber: trans56liputan.blogspot.com

BACA JUGA:   PB SEMMI mengadakan webinar PAM swakarsa untuk apa dan siapa?

News Feed