by

Ketum PW Semmi Jatim Amas Konsisten Suarakan Migas Bangkalan Untuk Rakyat

Berita Tahun 2014 lalu http://www.beritakota.net/berita-utama/mahasiswa-madura-demo-pertamina menunjukkan konsistensi Abdullah Amas yang sampai saat ini bersuara soal Migas Madura

Seperti diberitakan waktu itu Sedikitnya tujuh mahasiswa yang mengatasnamakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Bangkalan (Kamaba) berdemo di depan PT. Pertamina Hulu Energi WMO Jl. Amak Kasim Desa Sidorukun Gresik, Jumat 5 September 2014. mereka menolak eksploitasi yang dilakukan PHE WMO terhadap Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Bangkalan. Mereka juga menuntut agar KPK mengusut korupsi yang dilakukan oleh PHE WMO, PT MKS, SKK MIGAS dan Pemerintah Daerah.

Aksi unjuk rasa ini tidak diperbolehkan masuk lokasi, karena pengamanan yang ketat oleh pihak Kepolisian Polres Gresik dan satu kompi Brimob dari satuan Polda Jatim yang mendapat informasi adanya ratusan Mahasiswa Bangkalan akan berunjuk rasa ke PT.Pertamina Hulu Energi WMO Gresik.
Kasat Intel AKP Zulkarnaen membenarkan, “Pengunjuk rasa yang sejumlah 7 Mahasiswa tadi sudah kita kasih arahan, dan hanya Lima menit saja mereka terus membubarkan diri”, ungkapnya.
Tidak diperbolehkannya masuk karena didalam ada koordinasi antara pihak PT Pertamina Hulu Energi dengan pihak Kepolisian yang dipimpin oleh Wakapolres Gresik Kompol Alfian Nurrizal.
Pengunjuk rasa yang hanya sejumlah Tujuh Mahasiswa itu membubarkan diri dengan meyebarkan selebaran akan tuntutannya. Selaku Koordinator Aksi Abdullah Amas mengutarakan, “Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, maka setiap minggu kami akan mengadakan aksi terhadap PHE WMO, SKK MGAS dan juga PT MKS. Ini tidak lain demi kemakmuran Rakyat Bangkalan”, tutupnya dengan nada kesal.
Menurutnya, sangat bertolak belakang dengan realita keadaan Madura khususnya Bangkalan yang notabenenya mempunyai sumber daya alam yang melimpah. Salah satunya sumber daya migas yang dikelolah oleh Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore ( PHE WMO ) sangat bertolak belakang dengan Pasal 33 UUD 1945 ayat 3.
Masih menurut Abdullah, perludiketahui Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore pada Tahun 2013 memproduksi minyak sebanyak 18.086 barel/ Hari. PHO WMO memproduksi 114,5 juta kaki kubik/ Hari, untuk minyak (crude) bahkan memproduksi 28.262 barel/Hari.
Dan untuk Tahun 2014 ini produksi Minyak dan Gas Bumi PHE WMO ditetapkan 21.432 BOTD dan 1113 ( MMSCFD ) sudah sesuai target yang disetujui oleh SKK MIGAS Rp.195 Triliun. ” Itu semua didapatkan migas dari Bangkalan selama Tujuh Tahun melalui PHE WMO, terus apa yang didapat oleh Rakyat Bangkalan adalah nol besar,” tutupnya.
Saat di konfirmasi, Field Operation Manager, Seth Samuel Ambat tidak mau mengutarakannya perihal diatas, ” Wah maaf mas, tolong konfirmasi ke Humas saja”, ungkapnya. gus
AKSI Itu kini berlanjut di Jakarta, melalui perwakilan gerakan di sana, Aksi dilakukan di depan Pertamina dan KPK
Abdullah Amas menyampaikan hanya wajah rakyat bangkalan yang jauh dari kesejahteraan dari Hasil Sumber daya alamnya yang menjadi spirit dia berjuang hingga bertahun-tahun baik melalui AMPESDA (Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli  Sumber Daya Alam, berganti ke KAMABA (Kesatuan Aksi Mahasiswa Bangkalan) dan kini dengan lembaga yang ia aktif ia terus bersuara
BACA JUGA:   Wakil ketua DPR RI Rachmat Gobel mengisi kuliah umum di SEMMI Daerah Istimewa Yogyakarta

“Saya mencatat dulu aksi di Dinas Pertambangan, berkali-kali audiensi ke SKK MIGAS Jawa bahkan sampai ditemui kepala perwakilannya, Pertamina WMO Baik melalui Aksi dan Audiensi, tapi ya itu tadi tidak signifikan, tapi kami akan terus berjuang”ujar Abdullah Amas

sumber: trans56liputan.blogspot.com

News Feed