by

SEMMI dan PERISAI Bangkalan Bikin Gerakan Melawan Rokok

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Tanggal 10 Juni 2019, Menteri Kesehatan melayangkan surat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika untuk memblokir iklan rokok di media internet. Tindakan tersebut ditujukan untuk menurunkan prevelensi merokok pada masyarakat khususnya anak-anak dan remaja mengingat tingkat prevalensi perokok anak dan remaja menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.
Tahun 2019 terjadi peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja usia 10-18 tahun sebesar 9,1% jika dibandingkan dengan tahun 2013 yaitu 7,2%. (Riset Kesehatan Dasar 2018). Fakta ini menggugah SEMMI (Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia) dan PERISAI (Pertahanan Ideologi Sarekat Islam) Jatim untuk bersama-sama lebih maksimal mencegah Semakin banyaknya Anak-anak dan remaja yang terjangkiti rokok.
Lebih lanjut, SEMMI dan PERISAI, untuk melaksanakan amanat UU No. 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi perlindungan dan Hak Anak dari bahaya zat adiktif sebagai yang dijelaskan dalam pasal 6 ayat (1) yaitu “Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai kewenangannya bertanggung jawab mengatur, menyelenggarakan, membina, dan mengawasi pengamanan bahan yang mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi kesehatan”, dan ayat (2) ” Pemerintah dan Pemerintah Daerah bertanggung jawab atas ketersediaan akses terhadap informasidan edukasi atas pengamanan bahan yang mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi kesehatan” UU No. 109 Tahun 2012.
sumber: trans56liputan.blogspot.com
BACA JUGA:   PB SEMMI mengadakan webinar PAM swakarsa untuk apa dan siapa?

News Feed