by

PC SEMMI Jakarta Pusat Angkat Suara Persoalan Banjir di DKI Jakarta yang Diwariskan oleh Kolonial Belanda

Jakarta, suarasi.com – Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PC SEMMI) Jakarta Pusat menanggapi persoalan banjir yang terjadi di Jakarta.

“Problematika banjir yang ada di Jakarta datang bukan dari pemerintah yang pernah ataupun sedang menjabat di Pemerintahan DKI Jakarta. Tetapi banjir di Jakarta sudah ada ketika Jakarta masih bernama Batavia dibawah cengkraman kolonial Belanda,” ujar Ketua Umum SEMMI cabang Jakarta Pusat, Senanatha, di Jakarta, Kamis (2/1).

Menurut Sena, yang dulu penduduk DKI Jakarta kurang lebihnya masih diangka 500.000 penduduk dan bangunan yang belum memadati Jakarta, sedangkan sekarang dengan total penduduk kurang lebihnya diangka 10 juta penduduk dan bangunan yang sangat padat serta aliran air di Jakarta yang belum terselesaikan.

BACA JUGA:   UNDANGAN: Pelantikan PW SEMMI DIY periode 2020-2022

Maka, tambah Sena, alangkah baiknya pemerintah DKI Jakarta untuk segera mengevaluasi serta bertindak cepat dalam penanganan banjir yang sedang terjadi di DKI Jakarta.

“Kalau tidak akibat dari kewenangan dan kebijakan yang dulu dilakukan oleh pemerintah terkait pembangunan Jakarta sama sekali tidak menjawab persoalan-persoalan banjir yang menjadi budaya di Jakarta,” jelasnya.

BACA JUGA:   Undangan Dialog Interaktif: "Omnibuslaw Cilaka Atau Celaka"

Lagi dan lagi warga DKI Jakarta yang menjadi korban, lanjut Sena, maka oleh sebab itu pentingnya pemerintah memberitahu kepada seluruh elemen masyarakat dan lembaga yang bersangkutan untuk bersama-sama menuntaskan persoalan banjir yang ada sejak zaman kolonial Belanda.

“Sebelum banjir ini memakan korban lebih banyak dan berdampak sangat luar biasa terutama pada aktivitas warga DKI Jakarta,” tutupnya.

sumber: suarasi.com

News Feed