by

Direktur RSUD Kota Bogor Mengundang Aktifis SEMMI Dan PERISAI Untuk Tabayun Terkait Melesetnya Target Pembangunan Blok 3 RSUD Kota Bogor

Print Friendly, PDF & Email

Bogor | Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir mengundang sejumlah aktifis dari SEMMI (Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia) Cabang Bogor Raya dan PERISAI [Pertahanan Ideologi Syarekat Islam] Kota Bogor dalam rangka silaturahmi dan tabayyun terkait keterlambatan konstruksi pembangunan Blok 3 RSUD Kota Bogor di Ruang Direktur RSUD Kota Bogor (30/12). Beliau mengatakan kepada sejumlah aktifis bahwa “Pembangunan Blok 3 ini memang mengalami sedikit keterlambatan, tapi kami tetap optimis bahwa bangunan baru ini, yang kelak akan dinikmati oleh masyarakat yang kurang mampu ini dapat diselesaikan sesegera mungkin”, jelasnya.

Di sisi lain, Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir menjawab dengan sangat bijak beberapa pertanyaan yang menjadi kegelisahan aktifis. Terkait spek bangunan yang dipertanyakan, ia menyebut bahwa “Mutu atau kualitas dari beberapa item yang digunakan untuk membangun adalah pilihan yang terbaik. Kami tentunya sangat prioritaskan kepentingan publik, khususnya rakyat yang kurang mampu. Gedung Blok 3 itu khusus untuk pasien kelas 3″, pungkas Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir kepada Wartawan.

BACA JUGA:   50 OKP Bacakan Ikrar Resolusi Pemuda 2020, Dukung Kinerja Jokowi-Maruf

Di lain pihak, perwakilan dari Pengembang, Tri Suroto selaku Project Manager, membeberkan beberapa penjelasan terkait kendala-kendala yang dialami saat melangsungkan pembangunan Gedung Blok 3 RSUD Kota Bogor. Beliau menegaskan bahwa ada data yang kurang sinkron yang kami terima sebelum kami memulai pembangunan. Tapi kami mencoba untuk mensiasati agar pembangunan ini agar segera dapat dinikmati publik. Segala item yang dibutuhkan tentunya adalah item-item terbaik”, jelasnya.

Ketika disinggung oleh aktifis terkait penalti yang dikenakan pada pengembang, beliau menegaskan bahwa “Kami sangat kooperatif terkait keterlambatan ini. Kami sudah menaruh jaminan sebesar Rp. 9 M kepada PPK [Pejabat Pembuat Komitmen]. Ini adalah bukti bahwa kami [pengembang] mematuhi segala aturan. Dan kami siap menerima konsekuensi atas keterlambatan ini”, ungkapnya

BACA JUGA:   Kapolda Metro Jaya Menerima Audiensi Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Wilayah Jakarta Raya

Febrianto, Ketua umum SEMMI Cabang Bogor Raya diakhir audiensi sebut bahwa pertemuan ini adalah rangkaian silaturahmi yang kami jalin dengan RSUD Kota Bogor. “Terkait kritikan kami atas keterlambatan Pembangunan ini tentunya sudah menjadi tanggung jawab moral kami sebagai mahasiswa atau aktifis. Kami berharap bangunan ini sekalipun meleset dari perencanaan, tetap tidak mengabaikan aspek mutu, keindahan dan juga keselamatan pekerja”, pungkasnya.

Laporan Gus
(Kiw/Riz/Red).

sumber: redaksibogor.com

News Feed