by

Rombongan Tjokroaminoto Institute Bicara tentang Kebangsaan dengan Fahri Hamzah

Print Friendly, PDF & Email

Hari Rabu (18/12) kemarin, saya berkesempatan untuk mendampingi para kakanda dari Tjokroaminoto Institute menemui salah seorang tokoh politik Fahri Hamzah, di kantornya yang beralamat Jln. Kostrad Raya RT 003/RW 005, No. 28, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Utara. Rombongan Tjokroaminoto Institute terdiri dari: Afrifan Eldo Yura (Direktur Eksekutif), Dede Prandana Putra (Direktur Bidang Pemikiran dan Ideologi), Arifky Chaniago (Direktur Bidang Politik), Rizqi Fathul Hakim (Direktur Bidang Kajian Strategis), dan seorang anggota PERISAI (Pertahanan Ideologi Sarekat Islam) Wilayah DKI Jakarta.

Pembicaraan tentang ke-Bangsa-an dengan tokoh politik yang akrab dipanggil Bang Fahri Hamzah, diawali dengan memperkenalkan diri rombongan dan seputaran Tjokroaminoto Institute oleh kakanda Direktur Eksekutif Afrifan Eldo Yuran. Sambutan hangat dan bersahabat yang diberikan Bang Fahri kepada rombongan, membuat pembicaraan yang semula sedikit kaku perlahan menjadi hidup. Bang Fahri memulai pembicaraannya dengan mengajak rombongan Tjokroaminoto Institute melakukan flashback bagaimana Indonesia lahir. Pembicaraan beliau kemudian tertuju kepada bagaimana perjalanan pergerakan kebangsaan.

“Saya mempergunakan 2 (dua) teori dalam melihat arah pergerakan kebangsaan yang dipelopori oleh kaum muda, yakni teori jaringan generasi dan teori rentang waktu 20 tahun, sebut Bang Fahri.” Jaringan generasi adalah teori seputar kehadiran tokoh-tokoh seperti Soekarno, Hatta, Semaun, dan yang lainnya kemudian mendapatkan kesempatan untuk tampil bersama dengan rekan semasanya di atas penggung ke-Bangsa-an. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut merupakan hasil dari usaha yang dilakukan oleh tokoh-tokoh sebelumnya sebut saja Tjokroaminoto sebagai sentralnya.

BACA JUGA:   Jokowi, Bapak Indonesia Maju

Coba seandainya Tjokroaminoto dan generasi semasanya tidak melakukan pergulatan pemikiran yang memancing Soekarno serta rekan generasinya, tentu bangsa kita belum tentu akan seperti ini. Jaringan generasi tadi melakukan pertukaran ide dan gagasan antar sesamanya, dan itu yang telah mati pada saat sekarang ini, tekan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 ini.

 

Pergolakan ke-Bangsa-an juga tidak dapat dilepaskan dari teori rentang waktu 20 tahun, yang membuat para kaum muda dalam setiap masa mendapatkan momentumnya untuk tampil. Dimulai dari 1908 (hadirnya Budi Utomo), 1928 (kongres dan sumpah pemuda), 1948 (turut andilnya pemuda dalam agresi militer Belanda), 1968 (pemberontakan dan pasca pembubaran PKI), hingga tahun 1998 yang memancing terjadinya reformasi.

 

Foto Bersama Rombongan Tjokroaminoto Institute dengan Fahri Hamzah | dokpri
Foto Bersama Rombongan Tjokroaminoto Institute dengan Fahri Hamzah | dokpri

Untuk saat sekarang (2019) yang juga sudah 20-an tahun dengan berbagai macam peluang dan tantangannya, saya percaya generasi yang hidup pada saat inilah yang akan melakukan dan menghadirkan gelombang kerakyatan selanjutnya, pungkas inisiator dan deklarator Partai Gelora tersebut. Kita lihat misalnya Faldo Maldini sebagai salah satu tokoh muda asal Sumatera Barat, sambil menyinggung asal rombongan yang mayoritas berasal dari Provinsi bagian Barat Indonesia dan tersenyum memperhatikan wajah kami satu per satu.

BACA JUGA:   Jokowi, Bapak Indonesia Maju

 

 

Mantan aktifis tahun 98 yang ikut menumbangkan Orba dan melahirkan Reformasi ini menegaskan bahwa, tetap lakukan yang namanya pertukaran ide dan gagasan sembari memanfaatkan perkembangan zaman dengan hadirnya spot-spot semisal cafe dengan keramaian pengunjungnya.

Bisa juga dimulai dari diskusi di “Rumah Kebangsaan Tjokroaminoto” yang menjadi pelopor pemikiran kebangsaan kedepan. Nanti bisa kita berkolaborasi, seloroh Bang Fahri Hamzah selaku penggagas “Creative Collaboration Centre” ini. Pembicaraan kemudian diakhiri dengan acara selfie dan juga foto bersama di salah satu sudut foto kantornya ini.

 

Selfie Bersama Rombongan Tjokroaminoto Institute dengan Fahri Hamzah | dokpri
Selfie Bersama Rombongan Tjokroaminoto Institute dengan Fahri Hamzah | dokpri

sumber: kompasiana.com

News Feed